Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Doa untuk Negeri, Menag Ajak Umat Kuatkan Solidaritas Untuk Aceh dan Sumatra

Laporan: Firman
Kamis, 01 Januari 2026 | 12:18 WIB
Menag nasaruddin Umar memberikan sambutan di acara muhasabah malam akhir tahun bertajuk Indonesia Berdzikir di Masjid Agung At-Tin, Jakarta Timur, Rabu (31/12/2025). - Kenag -
Menag nasaruddin Umar memberikan sambutan di acara muhasabah malam akhir tahun bertajuk Indonesia Berdzikir di Masjid Agung At-Tin, Jakarta Timur, Rabu (31/12/2025). - Kenag -

RMBANTEN.COM - Jakarta — Menutup akhir tahun 2025 dan menyongsong 2026, Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengajak umat Islam di seluruh Indonesia untuk menguatkan doa dan solidaritas bagi para korban bencana alam yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
 

Ajakan tersebut disampaikan Menag saat menghadiri muhasabah malam akhir tahun bertajuk Indonesia Berdzikir di Masjid Agung At-Tin, Jakarta Timur, Rabu (31/12/2025). 

 

Di hadapan ribuan jamaah, Menag menegaskan bahwa duka bangsa harus dijawab dengan doa, empati, dan kepedulian nyata.
 

Doa untuk Para Korban Bencana
 

Menag mengungkapkan bahwa ribuan saudara sebangsa telah menjadi korban musibah yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatra. Ia mengajak seluruh jamaah untuk menghadiahkan doa terbaik bagi mereka yang wafat maupun yang ditinggalkan.
 

“Pada malam ini, kita menaruh perhatian dan doa untuk saudara-saudara kita yang tertimpa musibah di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat,” ujar Menag.
 

Ia menambahkan, para korban yang wafat diharapkan mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT. “Kita doakan semoga mereka wafat dalam keadaan husnul khatimah dan tergolong syahid di jalan Allah, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan, kesehatan, dan pemulihan secepatnya,” lanjutnya.
 

Syukur yang Melahirkan Kepedulian
 

Lebih jauh, Menag mengajak umat menjadikan momen akhir tahun sebagai titik refleksi untuk memperdalam makna syukur. Menurutnya, syukur sejati tidak berhenti pada lisan, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan berbagi dan kepedulian sosial.
 

“Syukur sejati terwujud ketika nikmat itu mendorong kita untuk berbagi kepada sesama. Syukur tidak menunggu kaya. Sekecil apa pun yang kita miliki, selalu ada orang lain yang lebih membutuhkan,” jelasnya.
 

Menag menegaskan, janji Allah bagi orang-orang yang bersyukur tidak selalu berbentuk materi. “Allah berjanji, la-in syakartum la-aziidannakum. Tambahan yang dijanjikan bukan semata-mata harta, tetapi kelapangan kapasitas diri dan hati,” ucapnya.
 

Masjid sebagai Pusat Iman dan Kebersamaan
 

Di akhir sambutannya, Menag juga memohon doa agar para pengurus Masjid Agung At-Tin senantiasa diberi kekuatan dalam melayani umat dan menjaga masjid sebagai pusat ibadah, persatuan, dan kepedulian sosial.
 

Ia berharap, muhasabah akhir tahun ini menjadi energi spiritual untuk memperkuat iman, solidaritas, dan rasa kemanusiaan masyarakat Indonesia di tahun yang akan datang.
 

Acara Indonesia Berdzikir turut dihadiri Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis, Pimpinan Pengurus Masjid Agung At-Tin Mustaghfirin Mu’in, serta ribuan jamaah yang memadati area masjid hingga malam pergantian tahun.rajamedia

Komentar: