Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Menag Buka Kajian Subuh Perdana Masjid Negara IKN dengan Tema Basmalah

Laporan: Iyan Sopian
Minggu, 11 Januari 2026 | 21:50 WIB
Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka kajian perdan di Masjid IKN dengan tema Basamalah - Dok Kemenag -
Menteri Agama Nasaruddin Umar membuka kajian perdan di Masjid IKN dengan tema Basamalah - Dok Kemenag -

RMBANTEN.COM - IKN — Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar membuka kajian subuh perdana di Masjid Negara, Ibu Kota Nusantara (IKN), Minggu (11/1/2026), dengan lantunan Basmalah. 
 

Momentum ini menandai dimulainya aktivitas keagamaan di Masjid Negara IKN sekaligus menegaskan bahwa pembangunan ibu kota baru tidak hanya bertumpu pada kemegahan fisik, tetapi juga harus berlandaskan kekuatan spiritual.
 

Dalam kajiannya, Menag mengajak jemaah memaknai Bismillahirrahmanirrahim bukan sekadar sebagai kalimat pembuka, melainkan ikrar sakral yang menghubungkan manusia dengan Allah SWT dalam setiap langkah kehidupan.
 

Basmalah, Titik Awal Setiap Peradaban
 

Menag Nasaruddin Umar menjelaskan, Basmalah memiliki kedudukan spiritual yang sangat dalam dalam sejarah peradaban manusia. Ia mencontohkan kisah para nabi yang selalu mengawali langkah besar dengan menyebut nama Allah.
 

“Saat Nabi Adam AS pertama kali terbangun setelah ruh ditiupkan ke dalam jasadnya, kalimat pertama yang terucap dari lisannya adalah Bismillah. Begitu pula Nabi Nuh AS, ketika menggerakkan bahtera besar menghadapi air bah, ia memulainya dengan asma Allah,” ujar Menag melasnir laman Kemenag.
 

Menurutnya, pelajaran penting dari sejarah tersebut adalah bahwa setiap ikhtiar besar—termasuk membangun IKN—harus diawali dengan kesadaran ketuhanan.
 

Hadirkan Allah dalam Aktivitas Sehari-hari
 

Menag juga mengingatkan pentingnya membiasakan Basmalah dalam aktivitas sederhana yang kerap terabaikan, seperti saat makan.
 

“Jangan karena lapar lalu langsung makan begitu saja. Ucapkan Bismillah terlebih dahulu. Dengan begitu, makanan yang masuk bukan hanya mengenyangkan, tetapi menjadi berkah dan energi positif bagi fisik maupun batin,” tegasnya.
 

Ia menekankan bahwa keberkahan hidup tidak selalu ditentukan oleh besarnya sesuatu, tetapi oleh kesadaran menghadirkan Allah dalam setiap perbuatan.
 

IKN Harus Maju Infrastruktur, Kuat Spiritualitas
 

Menag berharap Masjid Negara IKN ke depan menjadi pusat kegiatan keagamaan yang hidup dan berkelanjutan. Menurutnya, rutinitas pengajian dan kajian keislaman akan menjadi penyeimbang pembangunan fisik yang masif di ibu kota baru.
 

“Kita mulai pengajian perdana di masjid agung ini dengan Bismillah. Kita berharap kehadiran IKN membawa rahmat dan keberkahan dari Allah SWT,” ucapnya.
 

Ia meyakini, jika pembangunan fisik dibarengi dengan penguatan spiritual, IKN akan tumbuh sebagai kota yang damai, sejuk, dan menenteramkan bagi seluruh penghuninya.
 

“Jika pembangunan fisik berjalan seiring dengan rutinitas kegiatan keagamaan, saya yakin IKN akan menjadi tempat yang penuh kedamaian dan kesejukan,” pungkas Menag.
 

Pejabat dan Tokoh Lintas Agama Hadir
 

Kajian subuh perdana ini turut dihadiri Kepala Otorita IKN Basuki Hadimuljono, Staf Ahli Menag Bidang Manajemen Komunikasi dan Informasi Adiyarto Sumardjono, Vikaris Jenderal Keuskupan Agung Samarinda Moses Komela Avan, Kakanwil Kemenag Kaltim Abdul Khaliq, Kepala Kankemenag Balikpapan Masrivani, jajaran OIKN, pejabat Kementerian Agama, serta jemaah dari masyarakat umum.
 

Masjid Negara IKN pun resmi memulai perannya sebagai pusat spiritual di jantung ibu kota masa depan Indonesia.rajamedia

Komentar: