Aglomerasi Digeber! DLHK Banten Dorong Transportasi, Sampah, dan Pangan Terintegrasi
RMBANTEN.COM - Serang — Pemerintah Provinsi Banten tancap gas memperkuat kerja sama kawasan Jabodetabekpunjur. Tiga sektor jadi prioritas: transportasi, pengelolaan sampah, dan ketahanan pangan. Targetnya jelas—pembangunan lintas daerah lebih cepat, layanan publik makin mudah dijangkau.
Kepala DLHK Banten, Wawan Gunawan, menegaskan kolaborasi teknis antardaerah sebenarnya sudah berjalan, terutama pada konektivitas transportasi dengan Jakarta.
“Kolaborasi ini akan mempercepat pembangunan dan mempermudah mobilitas warga,” ujarnya, dikutip, Sabtu (25/4/2026).
Transportasi Terintegrasi, Warga Tak Lagi Tersendat
Isu klasik kemacetan dan konektivitas jadi pintu masuk penguatan aglomerasi. Integrasi transportasi publik antarwilayah diharapkan memangkas waktu tempuh dan biaya mobilitas masyarakat.
Banten, Jakarta, dan Jawa Barat diproyeksikan bergerak sebagai satu sistem, bukan lagi wilayah yang berjalan sendiri-sendiri.
Sampah dan Pangan: Dua Sektor yang Tak Bisa Ditunda
Selain transportasi, persoalan sampah jadi sorotan serius. Pengelolaan terpadu lintas daerah dinilai krusial untuk mengatasi beban lingkungan yang makin berat di kawasan perkotaan.
Di sisi lain, ketahanan pangan juga masuk radar. Sinergi antarwilayah diharapkan mampu menjaga stabilitas pasokan sekaligus mendorong distribusi yang lebih efisien.
Dorong Layanan Publik dan Ekonomi Kawasan
Penguatan aglomerasi tak berhenti pada isu teknis. Pemerintah juga membidik dampak yang lebih luas:
1. Akses layanan publik yang lebih merata
2. Pertumbuhan ekonomi kawasan yang lebih cepat
3. Sinergi kebijakan antarprovinsi
Dengan pendekatan ini, kawasan megapolitan diharapkan menjadi motor pertumbuhan baru.
Daerah Diminta Aktif, Jangan Jadi Penonton
Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Soma Atmaja, mengingatkan bahwa keberhasilan aglomerasi sangat bergantung pada partisipasi semua daerah.
“Semua daerah perlu aktif berkontribusi,” tegasnya.
Tiga Provinsi, Satu Arah Pembangunan
Inisiatif ini melibatkan tiga wilayah utama—Banten, Jakarta, dan Jawa Barat—dalam satu kerangka pengembangan terpadu.
Pesannya tegas: di era konektivitas, batas administratif tak boleh lagi jadi penghambat. Yang dibutuhkan adalah kolaborasi nyata—bukan sekadar wacana.![]()
Nagara | 6 hari yang lalu
Pendidikan | 5 hari yang lalu
Kaamanan | 4 hari yang lalu
Hukum | 4 hari yang lalu
Warta Banten | 4 hari yang lalu
Kaamanan | 5 hari yang lalu
Patandang | 4 hari yang lalu
Warta Banten | 1 hari yang lalu
Patandang | 5 hari yang lalu