Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Daging Kurban Bau Prengus dan Alot? Begini Cara Mengolahnya Biar Empuk dan Lezat!

Laporan: Firman
Selasa, 26 Mei 2026 | 20:13 WIB
Ilustrasi hewan kurban - Foto: Dok Pemkot Tangerang -
Ilustrasi hewan kurban - Foto: Dok Pemkot Tangerang -

RMBANTEN.COM — Kota Tangerang — Hari Raya Iduladha selalu membawa berkah limpahan daging kurban. Namun di balik semarak pembagian daging sapi dan kambing, masih banyak masyarakat yang bingung cara mengolahnya agar empuk, tidak amis, dan bebas bau prengus.
 

Salah langkah sedikit, daging bisa keras, bau menyengat, bahkan cepat basi.
 

Karena itu, masyarakat perlu mengetahui teknik pengolahan daging kurban yang benar agar sajian Lebaran Haji tetap lezat, sehat, dan aman dikonsumsi keluarga.
 

Jangan Langsung Dicuci Kalau Mau Disimpan
 

Melansir laman Pemkot Tangerang, kesalahan paling umum yang sering dilakukan masyarakat adalah langsung mencuci daging mentah sebelum disimpan di freezer.
 

Padahal, langkah itu justru bisa memicu pertumbuhan bakteri dan membuat daging lebih cepat rusak.
 

Jika belum akan dimasak, daging sebaiknya cukup dibersihkan menggunakan tisu atau lap bersih, lalu dipotong sesuai kebutuhan dan disimpan dalam wadah tertutup rapat.
 

Cara ini dinilai lebih aman untuk menjaga kualitas daging tetap segar.
 

Bau Prengus Diatasi Jeruk Nipis dan Rempah
 

Khusus daging kambing, bau prengus sering menjadi persoalan utama.
 

Banyak orang justru keliru mencuci daging dengan air berkali-kali, padahal hal itu bisa membuat aroma khas kambing makin tajam.
 

Sebagai solusi, daging bisa dilumuri air jeruk nipis atau dibungkus daun pepaya selama 20 hingga 30 menit sebelum dimasak.
 

Selain itu, penggunaan rempah seperti jahe, serai, kemangi, dan ketumbar juga efektif membantu menyamarkan aroma tak sedap.
 

Teknik Rebus 5-30-7 Bikin Daging Cepat Empuk
 

Tak punya panci presto bukan masalah.
 

Ada teknik sederhana yang kini banyak digunakan agar daging cepat empuk tanpa boros gas, yakni metode rebus 5-30-7.
 

Caranya cukup mudah. Rebus daging selama 5 menit dalam air mendidih, lalu matikan api dan diamkan panci tetap tertutup selama 30 menit. Setelah itu, rebus kembali selama 7 menit.
 

Metode ini dinilai efektif melunakkan serat daging tanpa merusak rasa.
 

Buih Putih Harus Dibuang
 

Saat merebus daging, biasanya akan muncul busa putih di permukaan air.
 

Buih tersebut berasal dari sisa darah dan kotoran pada daging.
 

Agar kaldu tetap bening dan tidak amis, kotoran tersebut harus segera dibuang selama proses perebusan berlangsung.
 

Jangan Kalap Makan Daging
 

Meski Iduladha identik dengan pesta olahan daging, masyarakat tetap diingatkan untuk menjaga pola konsumsi.
 

Daging kurban mengandung lemak cukup tinggi sehingga perlu diimbangi dengan sayur dan buah agar kadar kolesterol tetap terkontrol.
 

Menu bersantan berlebihan juga disarankan untuk dikurangi demi menjaga kesehatan jantung selama momen hari raya.
 

Dengan pengolahan yang tepat, hidangan kurban tak hanya nikmat disantap, tetapi juga lebih higienis dan sehat untuk seluruh keluarga.rajamedia

Komentar: