Bupati Turun Tangan! Rumah Reyot di Pesisir Tangerang Disulap Jadi Layak Huni
RMBANTEN.COM - Tangerang — Tak mau sekadar menerima laporan, Bupati Tangerang, Moch Maesyal Rasyid, turun langsung ke lapangan. Sasarannya: satu rumah tidak layak huni di Desa Sukawali, Kecamatan Pakuhaji.
Kondisinya memprihatinkan. Tapi hari itu, harapan baru datang.
Tanpa berlama-lama, Maesyal langsung menginstruksikan bantuan pembangunan agar rumah tersebut segera berubah jadi layak huni.
Dari Kunjungan Jadi Aksi Nyata
Bukan sekadar melihat, Maesyal memastikan solusi langsung berjalan.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa melihat langsung kondisi masyarakat kita yang membutuhkan bantuan. InsyaAllah, pemerintah daerah akan membantu pembangunan rumah ini agar menjadi layak huni,” ujar Maesyal mengutip laman resmi Pemkab Tangerang, Kamis (2/4/2026).
Kunjungan ini menjadi bukti bahwa pemerintah daerah tak tinggal diam terhadap kondisi warganya—terutama yang masih hidup dalam keterbatasan.
Program Prioritas: Bedah Rumah Warga Pesisir
Maesyal menegaskan, program perbaikan rumah tidak layak huni masuk dalam daftar prioritas Pemkab Tangerang.
Fokusnya jelas: meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pesisir seperti Pakuhaji.
Rumah bukan sekadar bangunan. Ia adalah fondasi kehidupan yang layak.
Instruksi Tegas: Data dan Gas Pembangunan
Di lokasi, Maesyal tak hanya memberi bantuan. Ia juga memberi perintah tegas ke jajarannya.
Pendataan harus cepat.
Pembangunan harus dipercepat.
“Saya instruksikan kepada kecamatan dan pihak terkait untuk segera melakukan pendataan dan percepatan pembangunan,” tegasnya.
Targetnya: rumah bisa segera ditempati dengan aman dan nyaman.
Suara Warga: Haru dan Syukur
Di balik kebijakan, ada cerita manusia. Subhan, pemilik rumah, tak kuasa menahan haru. Bantuan ini baginya bukan sekadar renovasi—tapi perubahan hidup.
“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Bupati. Semoga rumah ini segera selesai dan kami bisa tinggal lebih aman,” ucapnya.
Kadang, satu kunjungan bisa mengubah nasib satu keluarga. Tapi yang lebih penting—apakah ini akan jadi gerakan masif? Karena di luar sana, masih banyak rumah yang menunggu nasib serupa.![]()
Patandang | 5 hari yang lalu
Parlemen | 5 hari yang lalu
Ékobis | 6 hari yang lalu
Warta Banten | 6 hari yang lalu
Hukum | 2 hari yang lalu
Nagara | 5 hari yang lalu
Patandang | 2 hari yang lalu
Ékobis | 5 hari yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu