Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Kang Wamendiknas: TKA Bukan Penentu Kelulusan, Siswa Jangan Stres!

Laporan: Raja Media Network
Rabu, 01 April 2026 | 22:00 WIB
Wamendiknas Fajar Riza Ul Haq 
 saat meninjau langsung persiapan TKA di SMP Muhammadiyah Karangasem, Bali, Rabu (1/4/2026). - Istimewa/RMN -
Wamendiknas Fajar Riza Ul Haq saat meninjau langsung persiapan TKA di SMP Muhammadiyah Karangasem, Bali, Rabu (1/4/2026). - Istimewa/RMN -

RMBANTEN.COM – Bali, Pendidikan – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq meluruskan persepsi soal Tes Kemampuan Akademik (TKA). Ia menegaskan, TKA bukan penentu kelulusan, melainkan alat untuk mengukur kemampuan siswa selama menempuh pendidikan.
 

Pesan itu disampaikan Wamendiknas Fajar atau akrab dipanggil Kang Wamen saat meninjau langsung persiapan TKA di SMP Muhammadiyah Karangasem, Bali, Rabu (1/4/2026).
 

“Adik-adik jangan merasa tertekan. TKA tidak menentukan kelulusan,” tegasnya.
 

Jangan Takut TKA, Ini Bukan Ujian Penentu Nasib
 

Kang Wamen mengakui masih banyak siswa yang merasa cemas menghadapi TKA. Namun, ia menekankan bahwa tes ini lebih berfungsi sebagai alat evaluasi kemampuan individu, bukan penentu akhir masa depan siswa.
 

Menurutnya, hasil TKA hanya menjadi salah satu pertimbangan untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.

“Yang dinilai adalah kemampuan berpikir, bukan sekadar angka,” ujarnya.
 

Belajar Makin Hidup dengan Teknologi
 

Selain meninjau TKA, Kang Wamen juga melihat langsung penggunaan teknologi pembelajaran seperti interactive flat panel (IFP) di kelas.
 

Para siswa mengaku metode belajar kini lebih menarik karena tidak hanya berbasis teks, tetapi juga visual dan interaktif.
 

“Sekarang bisa langsung melihat cerita dalam bentuk video, jadi lebih mudah dipahami,” kata salah satu siswa.
 

Wamen Fajar menilai pemanfaatan teknologi ini penting untuk mendorong cara berpikir kritis dan kreatif di kalangan pelajar.
 

Dalam kesempatan itu, Wamen Fajar juga menyemangati siswa untuk percaya diri sebagai bagian dari sekolah Muhammadiyah.
 

Ia mengaku sebagai alumni Muhammadiyah dan menegaskan bahwa lulusan sekolah tersebut memiliki peluang yang sama untuk sukses di berbagai bidang.
 

“Harus bangga. Banyak tokoh besar lahir dari sekolah Muhammadiyah,” pesannya.

TKA Dinilai Lebih Relevan dengan Masa Depan
 

Peninjauan juga dilakukan di SMP Negeri 2 Amlapura. Fajar mengaku optimistis karena siswa sudah memahami tujuan TKA.

Menurutnya, model soal TKA dirancang untuk melatih kemampuan berpikir kritis, logis, dan aplikatif—keterampilan yang dibutuhkan di masa depan.
 

“Bukan nilainya yang utama, tapi cara berpikirnya,” tegasnya.

Sekolah Jadi Kunci Masa Depan Bangsa
 

Dalam rangkaian kunjungannya, Wamen Fajar juga meninjau program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta meresmikan revitalisasi sekolah di Karangasem.
 

Ia menegaskan, pendidikan menjadi prioritas utama pemerintah di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto.
 

“Membangun sekolah berarti membangun masa depan. Dari ruang kelas lah perubahan dimulai,” pungkasnya.rajamedia

Komentar: