Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Budi Rustandi Luncurkan Serang Mengaji, Buta Huruf Al-Qur’an Jadi Prioritas

Laporan: CAREP-02
Selasa, 03 November 2026 | 14:26 WIB
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, meluncurkan program Serang Mengaji di Masjid Nurul Iman, Kampung Pekijing, Kecamatan Taktakan, Senin (2/11/2026). - Foto: Dok. Pemkot Serang -
Wali Kota Serang, Budi Rustandi, meluncurkan program Serang Mengaji di Masjid Nurul Iman, Kampung Pekijing, Kecamatan Taktakan, Senin (2/11/2026). - Foto: Dok. Pemkot Serang -

RMBANTEN.COM — Kota Serang — Pemerintah Kota (Pemkot) Serang memperkuat pembangunan karakter dan moral masyarakat melalui program Serang Mengaji. Program pembinaan spiritual tersebut resmi diluncurkan Wali Kota Serang, Budi Rustandi, di Masjid Nurul Iman, Kampung Pekijing, Kecamatan Taktakan, Senin (2/11/2026).
 

Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memberantas buta huruf Al-Qur’an sekaligus menanamkan nilai keagamaan dan membangun akhlak generasi penerus.
 

Berantas Buta Huruf Al-Qur’an
 

Budi Rustandi menegaskan, kemampuan membaca Al-Qur’an dan pendidikan keagamaan bagi anak-anak merupakan salah satu prioritas Pemkot Serang.
 

Menurutnya, pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjaga, melindungi, sekaligus membimbing masyarakat agar semakin mencintai Al-Qur’an dan meningkatkan ketakwaan.
 

"Kewajiban menjaga, melindungi, termasuk mengajarkan warga Kota Serang, adalah untuk menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur'an dan meningkatkan ketakwaan," kata Budi mengutip laman resmi Pemkot Serang.
 

Ia menambahkan, tanggung jawab tersebut bukan semata-mata amanah sebagai kepala daerah, tetapi juga menjadi tanggung jawab batiniah sebagai seorang muslim.
 

Bangun Akhlak dan Kerukunan Masyarakat
 

Budi mengatakan, pembangunan Kota Serang tidak cukup hanya berorientasi pada kemajuan fisik. Peningkatan kualitas moral, akhlak, dan adab masyarakat juga harus menjadi perhatian pemerintah.
 

Dalam kesempatan tersebut, ia mengapresiasi kerukunan dan kekompakan warga Kampung Pekijing yang dinilai berhasil menciptakan lingkungan tertata, harmonis, dan bersahaja.
 

"Kota yang damai dan kondusif akan menjadikan kota yang indah, seperti Kampung Pekijing," ujarnya.
 

Menurut Budi, semangat gotong royong masyarakat menjadi modal penting dalam menjaga keharmonisan dan menciptakan lingkungan yang nyaman.
 

Terinspirasi Kenangan Masa Kecil
 

Di sela dialog bersama media, Budi mengungkapkan bahwa gerakan Serang Mengaji juga terinspirasi dari pengalaman masa kecilnya ketika belajar membaca Al-Qur’an.
 

Ia mengenang sosok guru mengajinya, mendiang Kiai Bani, yang mendidik murid-murid dengan disiplin dan kesederhanaan.
 

Budi masih mengingat suasana belajar di madrasah dengan penerangan lampu petromak. Pengalaman tersebut, menurutnya, turut membentuk karakter dan kecintaannya terhadap pendidikan agama.
 

"Saya masih ingat cara beliau mengajar. Kalau sudah khatam, ibu saya membuatkan bekakak ayam untuk dimakan bersama teman-teman dan tetangga," kenangnya.
 

Wujudkan Masyarakat Religius dan Berbudaya
 

Program Serang Mengaji merupakan bagian dari visi strategis Pemkot Serang untuk mewujudkan masyarakat madani yang religius dan berbudaya.
 

Melalui kolaborasi dengan tokoh agama dan masyarakat, program ini diharapkan mampu memperluas pembinaan keagamaan sekaligus memperkuat pendidikan karakter di lingkungan warga.
 

Pemkot Serang menargetkan gerakan tersebut dapat berjalan berkelanjutan sehingga pembangunan kota tidak hanya menghasilkan kemajuan infrastruktur, tetapi juga diiringi peningkatan kualitas akhlak dan sumber daya manusia.
 

RMBANTEN.COM – Kabar Gancang, Bener, Percaya Kajen.rajamedia

Komentar: