Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Bibit Siklon 91W Picu Cuaca Laut Ekstrem, BMKG Keluarkan Peringatan Dini!

Laporan: Raja Media Network
Selasa, 13 Januari 2026 | 22:13 WIB
Foto: Dok BMKG
Foto: Dok BMKG

RMBANTEN.COM - Jakarta - Aktivitas pelayaran diminta meningkatkan kewaspadaan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia menyusul munculnya bibit siklon tropis 91W di wilayah Pasifik.
 

BMKG memprakirakan gelombang tinggi berpotensi terjadi pada Selasa (13/1/2026) hingga Jumat (16/1/2026) akibat pengaruh bibit siklon tropis 91W yang terpantau di Samudra Pasifik utara Papua.
 

Bibit siklon tersebut terdeteksi berada di posisi 3,8° Lintang Utara dan 138,7° Bujur Timur, dan memicu peningkatan kecepatan angin serta tinggi gelombang di sejumlah wilayah perairan Indonesia.
 

Pola Angin Menguat di Utara dan Selatan Indonesia
 

BMKG menjelaskan, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari barat laut hingga timur laut dengan kecepatan berkisar 4–30 knot.
 

“Pola angin ini berkontribusi pada peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan,” tulis BMKG melalui akun resmi Instagram, Senin (12/1/2026).
 

Sementara itu, di Indonesia bagian selatan, angin bergerak dari barat daya hingga barat laut dengan kecepatan serupa, yakni 4–30 knot.
 

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Pasifik utara Maluku hingga Papua, Laut Natuna Utara, serta Laut Arafuru.
 

Risiko Pelayaran Nelayan hingga Kapal Feri
 

BMKG mengingatkan, gelombang setinggi 1,25 meter dengan kecepatan angin 15 knot sudah berisiko bagi perahu nelayan.
 

Sementara itu, gelombang 2,5 meter dengan kecepatan angin 21 knot berpotensi membahayakan kapal berukuran besar, termasuk kapal feri.
 

Karena itu, nelayan, operator kapal, dan otoritas pelabuhan diminta meningkatkan kewaspadaan selama periode peringatan dini berlangsung.
 

Potensi Tinggi Gelombang 1,25–2,5 Meter
 

BMKG mencatat potensi gelombang sedang hingga tinggi di sejumlah perairan berikut:

 

- Selat Malaka bagian utara

- Samudra Hindia barat Aceh

- Samudra Hindia barat Nias

- Samudra Hindia barat Bengkulu

- Samudra Hindia barat Lampung

- Samudra Hindia selatan Banten

- Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta

- Samudra Hindia selatan Jawa Timur

- Samudra Hindia selatan Bali

- Samudra Hindia selatan NTB

- Samudra Hindia selatan NTT

- Laut Natuna Utara

- Selat Karimata bagian utara dan selatan

- Laut Jawa bagian barat, tengah, dan timur

- Selat Makassar bagian selatan

- Laut Bali

- Laut Sumbawa

- Laut Flores

- Laut Banda

- Laut Sulawesi bagian timur

- Laut Maluku

- Laut Arafuru bagian utara

- Laut Seram
 

Potensi Tinggi Gelombang 2,5–4,0 Meter
 

Sementara gelombang tinggi hingga sangat tinggi diperkirakan terjadi di:

 

- Samudra Pasifik utara Maluku

- Samudra Pasifik utara Papua Barat Daya

- Samudra Pasifik utara Papua Barat

- Samudra Pasifik utara Papua

- Laut Arafuru bagian tengah

- Laut Arafuru bagian timur
 

BMKG Imbau Waspada dan Pantau Informasi Resmi
 

BMKG mengimbau masyarakat pesisir, nelayan, dan operator pelayaran untuk menunda aktivitas di wilayah berisiko serta terus memantau informasi cuaca maritim terkini dari BMKG.
 

Cuaca ekstrem akibat pengaruh bibit siklon tropis ini diperkirakan masih berpotensi berkembang dalam beberapa hari ke depan, sehingga kewaspadaan menjadi kunci keselamatan di laut.rajamedia

Komentar: