Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Hari ke-8, 8 Orang Hilang di Selat Sunda Belum Ditemukan, DNA Jenazah Enggano Diperiksa

Laporan: Firman
Selasa, 15 September 2026 | 20:26 WIB
Tim SAR Gabungan terus memperluas pencarian. Hari kedelapan, operasi melibatkan sekitar 647 personel dan 20 kapal dengan area pencarian mencapai 3.962 mil laut persegi. - RMN -
Tim SAR Gabungan terus memperluas pencarian. Hari kedelapan, operasi melibatkan sekitar 647 personel dan 20 kapal dengan area pencarian mencapai 3.962 mil laut persegi. - RMN -

RMBANTEN.COM – Pandeglang – Memasuki hari kedelapan pencarian pada Selasa (15/9/2026), keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang kontak bersama speedboat Arupadhatu I di perairan Selat Sunda masih belum ditemukan.
 

Tim SAR Gabungan terus memperluas pencarian. Pada hari kedelapan, operasi melibatkan sekitar 647 personel dan 20 kapal dengan area pencarian mencapai 3.962 mil laut persegi. 
 

Jenazah di Enggano Jalani Uji DNA
 

Perkembangan penting muncul dari Pulau Enggano, Bengkulu. Polisi kini mencocokkan DNA jenazah pria tanpa identitas yang ditemukan di wilayah tersebut dengan data keluarga rombongan Arupadhatu I.
 

Kabid Humas Polda Banten Kombes Pol Maruli Hutapea mengatakan data antemortem keluarga telah diserahkan kepada Polda Bengkulu. Proses pencocokan dilakukan Tim DVI Biddokkes Polda Bengkulu dan hasilnya masih ditunggu. 
 

Jenazah tersebut sebelumnya ditemukan terdampar di pesisir Sawang Bengkok, Desa Khayapu, Pulau Enggano. Setelah dievakuasi ke Kota Bengkulu, jenazah menjalani autopsi pada Selasa (15/9).
 

Belum ada kepastian bahwa jenazah tersebut merupakan salah satu dari delapan orang yang hilang.
 

Operasi Diperpanjang Tiga Hari
 

Setelah pencarian hari ketujuh belum membuahkan hasil, Basarnas memperpanjang operasi selama tiga hari. Pencarian kini diperluas hingga wilayah pesisir Bengkulu dan Pulau Enggano. 
 

Penyisiran tetap difokuskan di sekitar Gunung Anak Krakatau, Pulau Sebesi, Anyer, Tanjung Lesung hingga Ujung Kulon, sementara sektor pencarian dibagi menjadi beberapa wilayah.
 

Temuan Barang Sebelumnya Bukan Milik Arupadhatu
 

Sejumlah benda yang ditemukan dalam operasi sebelumnya sempat diduga berkaitan dengan rombongan, seperti life jacket, terpal, galon, helm dan jeriken.
 

Namun, perkembangan terbaru menunjukkan sejumlah benda tersebut dipastikan bukan milik Arupadhatu I. Polisi juga memastikan jenazah yang ditemukan di Kramatwatu tidak terkait dengan rombongan. 
 

Karena itu, pencarian terhadap delapan orang tetap menjadi prioritas utama Tim SAR Gabungan.
 

Aktivitas Anak Krakatau Jadi Perhatian
 

Selain kondisi cuaca dan jarak pandang, aktivitas Gunung Anak Krakatau juga menjadi pertimbangan keselamatan bagi personel SAR yang melakukan pencarian di sekitar lokasi. 
 

Hingga Selasa siang, belum ada tanda keberadaan lima jurnalis dan tiga awak kapal yang dapat dikonfirmasi.
 

Keluarga dan seluruh pihak yang terlibat masih menanti hasil pencarian serta hasil uji DNA jenazah dari Enggano.
 

Semoga seluruh korban segera ditemukan dalam kondisi selamat.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: