Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Bentengi Anak di Dunia Digital! Pemkot Tangerang Sosialisasikan PP Tunas

Laporan: Firman
Rabu, 22 April 2026 | 06:41 WIB
Pemkot Tangerang mensosialisakn PP Tunas untuk bentengi anak di dunia digital - Foto: Dok Pemkot Tangerang -
Pemkot Tangerang mensosialisakn PP Tunas untuk bentengi anak di dunia digital - Foto: Dok Pemkot Tangerang -

RMBANTEN.COM - Kota Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang tancap gas melindungi generasi muda dari ancaman dunia digital. Melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, Pemkot resmi menggelar sosialisasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2026 tentang Perlindungan Anak dan Remaja di Ruang Digital (PP Tunas).
 

Langkah ini menjadi sinyal kuat: ruang digital tak boleh liar—harus aman untuk anak.
 

Literasi Digital Bukan Pilihan, Tapi Kebutuhan
 

Sekretaris Daerah Kota Tangerang Herman Suwarman menegaskan, sosialisasi PP Tunas adalah bagian dari upaya memperkuat pelayanan publik di bidang edukasi digital.
 

Menurutnya, penggunaan ruang digital harus disesuaikan dengan usia dan lingkungan anak.
 

“Konten harus tersaring. Harus ada batasan yang jelas agar anak-anak tidak terpapar hal yang tidak sesuai,” tegasnya.
 

Ia juga mengajak masyarakat untuk aktif menjaga anak-anak agar tetap aman saat beraktivitas di dunia digital.
 

KIS Turun Gunung, 197 SMP Jadi Basis Edukasi
 

Kepala Diskominfo Kota Tangerang Mugiya Wardhany menegaskan, pihaknya akan memaksimalkan peran Kelompok Informasi Sekolah (KIS).
 

Saat ini, KIS telah tersebar di 197 SMP di Kota Tangerang dan akan menjadi ujung tombak edukasi digital di lingkungan sekolah.
 

“KIS akan menjadi garda terdepan dalam membentengi siswa dari cyber bullying dan kejahatan digital,” ujarnya.
 

Sosialisasi dari Siswa untuk Siswa
 

Menariknya, pendekatan yang digunakan bukan top-down semata. Para anggota KIS didorong untuk menjadi agen perubahan di sekolah masing-masing.
 

Mereka akan menyosialisasikan pentingnya pembatasan akses media sosial kepada teman sebaya hingga adik kelas di tingkat SD.
 

Pusat Apresiasi, Bisa Jadi Model Nasional
 

Langkah Pemkot Tangerang mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Ketua Tim Hukum dan Kerja Sama Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nensi Laura Sitinjak menilai inisiatif KIS sebagai terobosan strategis.
 

“Inisiatif ini sangat baik dan bisa menjadi contoh bagi daerah lain,” ujarnya.
 

Menuju Generasi Emas 2045
 

Kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sekolah diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas dan bijak dalam bermedia digital.
 

Target besarnya jelas: mencetak Generasi Emas 2045 yang tak hanya melek teknologi, tapi juga kuat secara karakter.
 

Ancaman digital itu nyata. Tapi Tangerang memilih tak tinggal diam. Dengan KIS di garis depan, perang melawan cyber bullying dan konten negatif kini dimulai dari ruang kelas.rajamedia

Komentar: