Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Andra Soni Minta Dekopin Jadi Motor Kebangkitan Koperasi Banten

Laporan: Firman
Rabu, 20 Mei 2026 | 19:25 WIB
Gubernur Andra Sni saat menerima kunjungan jajaran pengurus Dekopin Wilayah Provinsi Banten di Kantor Gubernur Banten, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Selasa (19/5/2026) - Biro Adpimpro Banten -
Gubernur Andra Sni saat menerima kunjungan jajaran pengurus Dekopin Wilayah Provinsi Banten di Kantor Gubernur Banten, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Selasa (19/5/2026) - Biro Adpimpro Banten -

RMBANTEN.COM — Kota Tangsel — Gubernur Banten, Andra Soni, meminta Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Banten tampil lebih aktif memperkuat gerakan koperasi sekaligus mendukung program strategis nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).
 

Pesan itu disampaikan Andra saat menerima kunjungan jajaran pengurus Dekopin Wilayah Provinsi Banten di Kantor Gubernur Banten, Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Selasa (19/5/2026).
 

“Salah satu program strategis Presiden Prabowo Subianto adalah Koperasi Desa Merah Putih. Saya berharap Dekopin Wilayah Banten bisa berperan aktif mendukung program tersebut,” kata Andra melansir laman bantenprov.go.id.
 

Koperasi Harus Jadi Mesin Ekonomi Rakyat
 

Andra menegaskan koperasi harus kembali menjadi kekuatan utama ekonomi masyarakat, terutama berbasis potensi daerah dan ekonomi kerakyatan.
 

Menurutnya, Dekopin tidak boleh hanya menjadi organisasi formal, tetapi harus mampu mendorong koperasi menjadi penggerak pembangunan daerah.
 

“Saya berharap Dekopin dapat mengembangkan ekonomi daerah sesuai potensi yang ada,” ujarnya.
 

Sudah Ada 1.551 Koperasi Merah Putih
 

Berdasarkan laporan Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten, saat ini sudah terdapat 1.551 desa yang secara kelembagaan membentuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
 

Selain itu, lebih dari 5.000 koperasi juga telah berdiri di wilayah Banten.
 

“Tadi disampaikan ada 1.551 desa yang kelembagaannya sudah terbentuk. Ditambah lebih dari 5.000 koperasi yang sudah berdiri,” kata Andra.
 

Namun ia meminta Dekopin membantu melakukan pendataan ulang untuk memastikan koperasi yang benar-benar aktif dan berjalan sesuai tujuan.
 

“Semoga Dekopin bisa membantu mendata mana koperasi yang aktif dan mana yang tidak,” tambahnya.
 

Bisa Saingi Industri di Banten
 

Menurut Andra, jika ribuan koperasi tersebut aktif dan dikelola profesional, dampaknya akan sangat besar bagi pertumbuhan ekonomi daerah.
 

Ia bahkan menyebut kekuatan koperasi berpotensi menyaingi sektor industri di Banten.
 

“Kalau jumlah itu aktif semua, bisa menyaingi jumlah industri yang ada di Banten. Kalau berjalan sesuai cita-cita koperasi, dampaknya pasti terasa terhadap pertumbuhan ekonomi,” tegasnya.
 

Dekopin Siap Dampingi Koperasi
 

Sementara itu, Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Wilayah Banten, Hasbi Sidik, mengatakan kunjungan tersebut sekaligus menjadi ajang silaturahmi kepengurusan baru serta meminta arahan gubernur terkait penguatan gerakan koperasi.
 

Menurut Hasbi, Dekopin memiliki peran penting dalam pembinaan dan fasilitasi koperasi, termasuk Koperasi Merah Putih.
 

“Dekopin adalah organisasi tunggal gerakan koperasi yang di dalamnya termasuk Koperasi Desa Merah Putih. Kami berperan memberikan fasilitasi dan pembinaan,” ujarnya.
 

Total Koperasi di Banten Tembus 6.500
 

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Banten, Agus Mintono, mengungkapkan jumlah koperasi di Banten kini mencapai lebih dari 6.500 unit.
 

Angka tersebut merupakan gabungan koperasi lama dengan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang baru dibentuk.
 

“Kooperasi yang sudah ada sekitar 5.000 sekian ditambah 1.551 Koperasi Merah Putih, jadi total sekitar 6.500 lebih,” ujarnya.
 

Pemprov Banten berharap seluruh insan koperasi di daerah mampu mendukung cita-cita besar Koperasi Merah Putih untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa dan kelurahan.rajamedia

Komentar: