Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Rem Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode, AHY: Rakyat Butuh Solusi, Bukan Politik 2029!

Laporan: Raja Media Network
Senin, 22 Juni 2026 | 21:02 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)  - Foto: Dok Partai Deokrat -
Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) - Foto: Dok Partai Deokrat -

RMBANTEN.COM - Jakarta, Polkam – Wacana dukungan dua periode untuk Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mulai bergulir di ruang politik nasional. Namun, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memilih merespons dengan tenang.
 

Menurut AHY, pembicaraan mengenai Pilpres 2029 dan kemungkinan keberlanjutan pemerintahan Prabowo-Gibran masih terlalu dini untuk menjadi fokus utama saat ini. Ia menilai seluruh partai politik tentu memiliki agenda dan pandangan masing-masing, tetapi pemerintah dan partai koalisi sebaiknya tetap berkonsentrasi pada persoalan rakyat.
 

AHY: 2029 Masih Jauh
 

Pernyataan itu disampaikan AHY saat dimintai tanggapan terkait arahan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) kepada Partai Solidaritas Indonesia (PSI) untuk mengawal pemerintahan Prabowo-Gibran hingga dua periode.
 

"Mari kita sama-sama menyadari ini masih tahun 2026, menuju 2029 juga masih agak lama. Jadi saya menghormati semua partai politik yang memiliki sikap dan pandangan tertentu. Semua punya agenda, semua punya kepentingan," kata AHY di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (22/6/2026).
 

Bagi Demokrat, kata AHY, saat ini belum waktunya membahas kontestasi politik lima tahunan. Fokus utama adalah memastikan program pemerintahan berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
 

Demokrat Pilih Fokus Ekonomi dan Kesejahteraan
 

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan itu menegaskan bahwa Partai Demokrat lebih memilih mengawal isu-isu strategis yang berkaitan langsung dengan kehidupan masyarakat.
 

Menurutnya, tantangan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, hingga pengurangan kemiskinan harus menjadi prioritas bersama.
 

"Kita fokus dulu di urusan dalam negeri. Fokus kita adalah ekonomi. Kita ingin memastikan pertumbuhan bisa dijaga, daya beli masyarakat terjaga, lapangan pekerjaan terbuka dengan baik, kemiskinan bisa diturunkan, dan ketimpangan bisa ditekan. Fokus Demokrat di sana," tegas AHY.
 

Arahan Jokowi ke PSI Jadi Sorotan
 

Wacana Prabowo-Gibran dua periode mencuat setelah Ketua DPP PSI Bestari Barus mengungkap isi pertemuannya dengan Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Kamis (18/6/2026).
 

Menurut Bestari, Jokowi meminta PSI memberikan dukungan penuh terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran hingga dua periode.
 

"Kepada kami beliau menyampaikan bahwa kita diminta mengawal Pak Prabowo-Gibran ini, bahkan sampai dua periode," ujar Bestari kepada wartawan.
 

Ia juga membantah berbagai spekulasi mengenai adanya "dua matahari" dalam pemerintahan dan menegaskan bahwa Jokowi mendukung penuh stabilitas politik nasional.
 

PSI Diminta Jaga Soliditas
 

Selain soal dukungan politik, Jokowi disebut menitipkan pesan agar seluruh kader PSI menjaga keharmonisan internal serta terus mendukung pemerintahan yang sedang berjalan.
 

Bestari mengatakan mantan Presiden RI itu menekankan pentingnya menjaga persatuan dan menghindari narasi yang dapat memicu perpecahan politik.
 

Pesan tersebut sekaligus memperlihatkan sinyal bahwa PSI akan tetap berada di garis depan dalam mendukung pemerintahan Prabowo-Gibran hingga akhir masa jabatan, bahkan membuka peluang dukungan untuk periode berikutnya.
 

Meski demikian, bagi AHY, pembahasan soal 2029 belum menjadi agenda utama. Baginya, rakyat saat ini lebih membutuhkan solusi atas persoalan ekonomi dibanding perdebatan politik yang masih jauh di depan.rajamedia

Komentar: