12 Jam Dilalap Api! Pabrik Sandal di Cipondoh Belum Takluk, Posko Pengungsian Dibuka
RMBANTEN.COM - Kota Tagerang – Kebakaran besar yang melanda pabrik sandal di kawasan Jalan KH Agus Salim, Poris Plawad, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, belum juga berhasil dipadamkan hingga lebih dari 12 jam. Kepulan asap tebal terus membumbung dari lokasi dan mulai mengganggu aktivitas warga sekitar.
Mengantisipasi dampak yang lebih luas, petugas membuka posko pengungsian dan membagikan masker kepada warga untuk melindungi diri dari paparan asap yang berpotensi mengganggu kesehatan pernapasan.
Asap Tebal Ancam Kesehatan Warga
Lurah Tanah Tinggi, Dewi Ratna Wati, mengatakan pemerintah setempat bersama Dinas Kesehatan Kota Tangerang telah mengambil langkah cepat untuk melindungi masyarakat di sekitar lokasi kebakaran.
Selain membuka posko pengungsian, petugas juga membagikan masker kepada warga yang terdampak asap.
"Kita sudah antisipasi dengan membuka posko pengungsian untuk para warga dan kita juga telah memberikan masker kepada warga terkait pernapasan," kata Dewi, mengutip laman RRI, Senin (22/6/2026).
Saat ini, pihak kelurahan masih melakukan pendataan terhadap warga yang terdampak langsung akibat kebakaran tersebut.
Material Karet Sulit Dipadamkan
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia Rahman, menjelaskan proses pemadaman menghadapi tantangan berat karena material yang terbakar didominasi bahan mudah menyimpan panas.
Di dalam area pabrik terdapat sandal jadi, bahan baku berbasis karet, serta berbagai cairan kimia yang digunakan dalam proses produksi.
"Area terbakar yang di dalamnya berisi sandal barang jadi, bahan baku padat sejenis karet, dan aneka cairan kimia penunjang produksi," ujar Andia di lokasi kejadian.
Kondisi tersebut membuat api terus bertahan dan membutuhkan waktu penanganan lebih lama dibanding kebakaran pada umumnya.
BPBD Kerahkan 95 Personel dan 19 Unit Damkar
Untuk mengendalikan kobaran api, BPBD Kota Tangerang mengerahkan kekuatan penuh.
Sebanyak 95 personel dan 19 unit mobil pemadam kebakaran diterjunkan ke lokasi untuk mempercepat proses pemadaman sekaligus mencegah api meluas ke area lain.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan fokus utama petugas saat ini adalah memutus rambatan api serta mengamankan area berisiko tinggi di dalam kompleks pabrik.
Tangki Kimia Jadi Prioritas Pengamanan
Selain memadamkan api, petugas juga melakukan pendinginan terhadap tangki dan drum berisi bahan kimia guna mencegah potensi ledakan.
Menurut Mahdiar, di area pabrik terdapat tangki kimia berkapasitas besar yang harus diamankan agar tidak memicu bencana yang lebih besar.
"Penanganan kita fokuskan memutus rambatan, dan pengamanan tangki kimia kapasitas 20.000 liter serta puluhan drum agar tidak terjadi ledakan," ujarnya.
Langkah tersebut menjadi prioritas karena ledakan dapat memperluas dampak kebakaran hingga ke kawasan permukiman sekitar.
Penyebab Kebakaran Masih Misterius
Hingga Senin malam, petugas masih berjibaku di lokasi untuk menjinakkan api yang belum sepenuhnya padam.
Sementara itu, penyebab kebakaran maupun besaran kerugian yang ditimbulkan masih belum dapat dipastikan.
"Kami masih fokus pemadaman dan belum diketahui apa penyebab kebakaran ini," kata Mahdiar.
Pihak BPBD memastikan pemantauan terus dilakukan hingga seluruh titik api benar-benar padam dan situasi dinyatakan aman bagi warga sekitar.![]()
Patandang 5 hari yang lalu
Patandang | 4 hari yang lalu
Patandang | 3 hari yang lalu
Patandang | 5 hari yang lalu
Nagara | 1 hari yang lalu
Patandang | 6 hari yang lalu
Patandang | 4 hari yang lalu
Patandang | 4 hari yang lalu
Pulitik Jero | 1 hari yang lalu
Patandang | 4 hari yang lalu