Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Andra Soni Dukung Krida TUTUR, Gerakan Cegah Kekerasan Verbal di Sekolah Banten

Laporan: Firman
Selasa, 08 September 2026 | 09:45 WIB
Gubernur Banten Andra Soni memberikan dukungan penuh terhadap program pencegahan kekerasan verbal di lingkungan sekolah melalui Krida TUTUR - Biro Adpimp Banten -
Gubernur Banten Andra Soni memberikan dukungan penuh terhadap program pencegahan kekerasan verbal di lingkungan sekolah melalui Krida TUTUR - Biro Adpimp Banten -

RMBANTEN.COM — Kota Serang — Gubernur Banten Andra Soni memberikan dukungan penuh terhadap program pencegahan kekerasan verbal di lingkungan sekolah melalui Krida TUTUR (Tumbuhkan Ujaran Tertib, Unggul, dan Ramah).
 

Dukungan tersebut disampaikan Andra Soni saat menerima kunjungan Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten Devyanti Asmalasari bersama Duta Bahasa Banten di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Senin (7/9/2026).
 

Pertemuan tersebut sekaligus membahas kesiapan Duta Bahasa Banten yang akan mewakili Provinsi Banten dalam Pemilihan Duta Bahasa Nasional di Jakarta pada 14–19 September 2026.
 

Andra Soni Dukung Pencegahan Kekerasan Verbal
 

Andra Soni mengapresiasi kedatangan Kantor Bahasa Provinsi Banten sekaligus mendukung agenda Duta Bahasa Banten di tingkat nasional.
 

“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kantor Bahasa Provinsi Banten yang hari ini bersilaturahmi, sekaligus melaporkan agenda perhelatan Duta Bahasa tingkat nasional,” ungkap Andra.
 

Dalam pertemuan tersebut, Duta Bahasa Banten memaparkan program unggulan Krida TUTUR, yang dirancang sebagai langkah edukasi untuk mencegah kekerasan verbal di kalangan generasi muda, khususnya pelajar berusia 13–17 tahun.
 

Gubernur Andra Soni menyambut positif program tersebut dan berharap penerapannya dapat segera dilakukan di sekolah-sekolah di Banten.
 

“Kami sangat mendukung. Saya telah menandatangani bentuk dukungan agar Krida TUTUR ini diimplementasikan di wilayah kita. Semoga ikhtiar bersama dalam menjaga budaya tutur ini bermanfaat bagi kemajuan Provinsi Banten,” tambahnya.
 

Bahasa yang Ramah Dimulai dari Sekolah
 

Krida TUTUR menjadi salah satu upaya membangun budaya komunikasi yang lebih sehat di lingkungan pendidikan.
 

Program tersebut tidak hanya mendorong penggunaan bahasa yang tertib dan unggul, tetapi juga menanamkan kebiasaan bertutur secara ramah sebagai bagian dari pembentukan karakter generasi muda.
 

Kantor Bahasa Provinsi Banten berharap program tersebut dapat menjadi sarana edukasi yang efektif untuk mencegah terjadinya pelecehan atau kekerasan verbal terhadap anak.
 

Duta Bahasa Banten Bidik Prestasi Nasional
 

Selain membahas Krida TUTUR, pertemuan juga menjadi bagian dari persiapan Duta Bahasa Banten menghadapi ajang nasional.
 

Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten Devyanti Asmalasari berharap perwakilan Banten mampu meraih prestasi lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
 

“Tahun lalu kita meraih peringkat keempat nasional. Semoga tahun ini prestasinya dapat meningkat,” ujar Devyanti.
 

Ia menjelaskan, Krida TUTUR menjadi program andalan yang dibawa Duta Bahasa Banten ke tingkat nasional sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap persoalan kekerasan verbal terhadap anak.
 

“Kami berharap program ini bisa menjadi sarana edukasi yang efektif di kalangan generasi muda,” katanya.
 

Lahir dari Kepedulian 20 Duta Bahasa
 

Duta Bahasa Banten 2026 Christian Farold Purba mengungkapkan, Krida TUTUR lahir dari kesepakatan 20 Duta Bahasa dalam satu angkatan yang melihat kekerasan verbal sebagai persoalan mendesak di kalangan generasi muda.
 

“Krida TUTUR lahir dari pemikiran kami selaku Duta Bahasa Provinsi Banten 2026. Kami sepakat bahwa permasalahan yang paling mendesak untuk diatasi saat ini adalah pelecehan verbal,” papar Christian.
 

Menurutnya, program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi dapat diterapkan secara nyata di lingkungan sekolah.
 

Dikembangkan dengan Instrumen Fisik dan Digital
 

Duta Bahasa Banten 2026 lainnya, Valerina Gresa Tening, menjelaskan bahwa Krida TUTUR dikembangkan melalui dua instrumen utama, yakni fisik dan digital.
 

“Awalnya kami membuat instrumen fisik. Namun, melihat pentingnya peran digitalisasi, kami mulai mengembangkan aplikasi untuk mendukung keberlanjutan program ini ke depan,” tutur Valerina.
 

Pengembangan berbasis digital diharapkan membuat program lebih mudah diakses sekaligus mampu mengikuti pola komunikasi generasi muda.
 

SMA Negeri 4 Serang Jadi Tahap Awal
 

Saat ini, penerapan Krida TUTUR masih dalam tahap koordinasi dengan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan.
 

Tahap awal program akan difokuskan di SMA Negeri 4 Serang melalui pembekalan Duta Tutur, sebelum nantinya diperluas ke sekolah-sekolah lainnya di Banten.
 

Duta Tutur yang terpilih di masing-masing sekolah akan terdiri dari satu pasangan putra dan putri.
 

“Mereka akan mendapatkan pendampingan langsung dari Ikatan Duta Bahasa Provinsi Banten,” tutup Valerina.
 

Melalui Krida TUTUR, Pemerintah Provinsi Banten bersama Kantor Bahasa dan Duta Bahasa Banten ingin mendorong lahirnya budaya komunikasi yang lebih santun, sehat, dan ramah di kalangan pelajar.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: