Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Transformasi Digital dan Literasi Keuangan Kunci UMKM Naik Kelas

Laporan: Iyan Sopian
Jumat, 29 Agustus 2025 | 15:10 WIB
Wakil Menteri (Wamen) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza - Humas Kemen UMKM -
Wakil Menteri (Wamen) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza - Humas Kemen UMKM -

RMBANTEN.COM - Jakarta, UMKM - Wakil Menteri (Wamen) Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza menegaskan bahwa transformasi digital dan penguatan literasi keuangan merupakan kunci bagi pelaku UMKM agar mampu bertahan, berkembang, dan naik kelas di era ekonomi digital.
 

“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan agar UMKM bisa tetap relevan dan berdaya saing. Untuk itu, UMKM harus memiliki akses pada literasi keuangan yang memadai, tata kelola usaha yang transparan dan akuntabel, serta kemampuan memanfaatkan teknologi digital,” ujar Wamen UMKM Helvi Moraza dalam sambutannya pada pembukaan Kantor Jasa Konsultan (KJA) Gathering di Surabaya, Jumat (29/8).
 

Kesenjangan Inklusi dan Literasi Keuangan
 

Wamen Helvi mengungkapkan, data nasional menunjukkan inklusi keuangan Indonesia pada 2022 telah mencapai 85 persen. Namun, indeks literasi keuangan baru 49 persen.
 

“Akses keuangan memang semakin luas, tetapi tanpa pemahaman yang baik, UMKM belum dapat memanfaatkannya secara optimal,” tegasnya.

Fondasi Tata Kelola UMKM
 

Lebih lanjut, Helvi menekankan bahwa literasi keuangan berpengaruh signifikan terhadap keberlanjutan usaha. Dengan pemahaman keuangan yang baik, UMKM dapat mengelola usaha lebih akuntabel, memperluas akses pembiayaan, hingga menjaga daya saing jangka panjang.
 

Dalam konteks ini, ia menilai peran Ikatan Akuntan Indonesia (IAI) dan KJA sangat strategis. Penerbitan Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas UMKM oleh IAI disebut mampu memperkuat kredibilitas tata kelola, sehingga UMKM lebih dipercaya perbankan, investor, maupun mitra usaha.
 

Sejalan dengan Asta Cita
 

“IAI dan Kementerian UMKM memiliki visi yang sama, mari kita bersama-sama membangun UMKM yang tangguh, modern, dan berdaya saing global,” katanya.
 

Ia juga mengajak IAI dan KJA untuk mendorong digitalisasi pencatatan berbasis teknologi dan memperluas kerja sama dengan lembaga keuangan maupun ekosistem usaha lainnya. 

 

Upaya tersebut sejalan dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita, khususnya penciptaan lapangan kerja produktif (Asta Cita 2), ekonomi inklusif dan berkeadilan (Asta Cita 3), serta transformasi ekonomi berbasis digital (Asta Cita 4).
 

Menuju Indonesia Emas 2045
 

“Dukungan IAI melalui KJA Gathering ini bukan hanya memperkuat profesi akuntansi, tetapi juga menjadi bagian nyata dari upaya mewujudkan visi Indonesia Emas 2045 melalui jalur UMKM yang tangguh, modern, dan berdaya saing global,” pungkas Helvi.rajamedia

Komentar: