Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Tenangkan Massa! Sultan Turun Tangan Redam Ricuh di Mapolda DIY

Laporan: Raja Media Network
Sabtu, 30 Agustus 2025 | 13:22 WIB
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X turun menemui aksi massa di Polda DIY - Humas Jogya -
Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X turun menemui aksi massa di Polda DIY - Humas Jogya -

RMBANTEN.COM - Yogyakarta, Keamanan - Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengambil langkah luar biasa dengan turun langsung menghadapi ribuan massa aksi di Mapolda DIY, Sabtu (30/8/2025) dini hari.
 

Kedatangan Sultan tanpa pengawalan ketat ini bertujuan mendengar aspirasi sekaligus meredam potensi kerusuhan. Massa sebelumnya sempat memanas akibat insiden meninggalnya driver ojek online (ojol), Affan Kurniawan, dalam demonstrasi menolak kebijakan DPR RI di Jakarta, Kamis (28/8/2025).
 

Ricuh Sebelum Sultan Tiba
 

Aksi massa di Yogyakarta sempat berubah anarkis. Sejumlah kendaraan dinas dan fasilitas Mapolda DIY dibakar serta dirusak. Namun, suasana mulai terkendali setelah Sultan tiba di lokasi sekitar pukul 22.30 WIB pada Jumat malam.
 

Dialog Dua Jam dengan Perwakilan Massa
 

Sebelum menemui ribuan demonstran, Sultan terlebih dahulu berdialog tertutup selama dua jam bersama delapan perwakilan massa. Pertemuan itu digunakan untuk mendengar langsung tuntutan serta keluhan mereka.
 

Didampingi Keluarga dan Kapolda
 

Usai dialog, Sultan keluar menemui massa. Ia didampingi dua putrinya, GKR Hayu dan GKR Condrokirono, serta menantunya, KPH Yudanegara. Kehadiran keluarga ini menjadi simbol pendekatan humanis dan penuh empati.
 

Kapolda DIY Irjen Pol. Anggoro Sukartono juga tampak mendampingi, menunjukkan sinergi antara pemerintah daerah dan aparat keamanan.
 

Pesan Duka dan Seruan Anti Kekerasan
 

Di hadapan massa, Sultan menyampaikan duka cita atas meninggalnya Affan Kurniawan.
 

"Saya menyesalkan mengapa dalam perjalanan demokrasi kita masih harus ada korban jiwa," ujarnya.
 

Sultan menegaskan demokrasi harus dijalankan dengan cara yang mendidik, bukan dengan kekerasan, terlebih di DIY yang dikenal sebagai kota pelajar.
 

"Menjaga ruang dialog yang tertib dan menghindari anarki adalah hal yang wajib," tegasnya.
 

Janji Fasilitasi Aspirasi
 

Sebagai bentuk tanggung jawab, Sultan berkomitmen memfasilitasi aspirasi masyarakat, termasuk komunitas ojol, untuk diteruskan kepada pemerintah pusat. Namun ia memberi syarat: penyampaian aspirasi harus melalui jalur resmi dan dengan cara damai.
 

"Aspirasi Anda akan kami teruskan, tetapi mari kita jaga prosesnya agar tetap bermartabat," pesannya.
 

Massa Bubarkan Diri dengan Damai
 

Pernyataan Sri Sultan disambut sorak sorai. Massa kemudian membubarkan diri dengan tertib menjelang subuh. Yogyakarta kembali menegaskan dirinya sebagai daerah yang menjunjung musyawarah dan keluhuran budaya.rajamedia

Komentar: