Sirine Pintu Air 10 Dibunyikan, BPBD Tegaskan Sesuai SOP dan Status Siaga 3
RMBANTEN.COM - Kota Tangerang - Bunyi sirine di Pintu Air 10 Sungai Cisadane sempat memicu kekhawatiran warga. Namun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang memastikan, aktivasi sirine tersebut merupakan bagian dari prosedur standar pengamanan akibat kenaikan debit air, bukan tanda kondisi darurat ekstrem.
BPBD Pastikan Sirine Sesuai Prosedur
Kepala Bidang BPBD Kota Tangerang Mahdiar menegaskan, bunyi sirine yang terdengar merupakan Standar Operasional Prosedur (SOP) ketika terjadi peningkatan debit air di Sungai Cisadane.
“Bunyi sirine itu merupakan SOP yang menandakan adanya kenaikan debit air. Saat ini kondisi Pintu Air 10 berada pada status Siaga 3,” ujar Mahdiar, dikutip Sabtu (24/1/2026).
Pengecekan Langsung Dilakukan di Koang Jaya
Mahdiar menyampaikan, pihaknya telah melakukan pengecekan langsung ke lapangan, khususnya di wilayah Koang Jaya, untuk memastikan bahwa aktivasi sirine dilakukan sesuai tahapan yang telah ditetapkan.
“Bunyi sirine ini adalah SOP ketika terjadi kenaikan debit air. Karena statusnya Siaga 3, maka tahapan pengamanan langsung dijalankan,” jelasnya.
Tiga Pintu Air Dibuka, Hulu Terus Dipantau
Untuk mengendalikan aliran air, BPBD mencatat saat ini tiga pintu air di Pintu Air 10 telah dibuka. Namun demikian, terdapat potensi kenaikan debit air dari wilayah hulu, terutama dari kawasan Butuh Belah, yang diperkirakan dapat berdampak ke wilayah hilir pada malam hari.
Pemantauan debit air terus dilakukan secara berkala guna mengantisipasi perubahan kondisi secara cepat.
Warga Diminta Tetap Tenang dan Waspada
BPBD Kota Tangerang mengimbau masyarakat agar tidak panik dan tetap tenang menyikapi bunyi sirine tersebut. Warga diminta mengikuti informasi resmi dari pemerintah dan petugas di lapangan.
“Sirine ini merupakan peringatan kesiapsiagaan, bukan tanda kondisi darurat ekstrem. Kami minta masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan petugas,” imbau Mahdiar.
Relawan Dikerahkan, Antisipasi Hujan Susulan
Dalam upaya penanganan, BPBD Kota Tangerang terus mengerahkan relawan dan petugas untuk melakukan pemantauan intensif serta evakuasi warga di wilayah rawan terdampak.
Langkah ini difokuskan untuk mengantisipasi potensi curah hujan susulan yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan.![]()
Warta Banten | 1 hari yang lalu
Patandang | 6 hari yang lalu
Peristiwa | 1 hari yang lalu
Peristiwa | 6 hari yang lalu
Warta Banten | 4 hari yang lalu
Warta Banten | 4 hari yang lalu
Warta Banten | 1 hari yang lalu
Mancanagara | 6 hari yang lalu
Ékobis | 4 hari yang lalu
