Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Kirab Gunungan Meriahkan Maulid Tiga Masjid di Kota Tangerang, Warga Berebut Berkah

Laporan: Firman
Selasa, 25 Agustus 2026 | 21:06 WIB
Foto ilustrasi Raja Media Network - RMN -
Foto ilustrasi Raja Media Network - RMN -

RMBANTEN.COM — Kota Tangerang — Semarak peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Kota Tangerang berlangsung meriah melalui rangkaian Festival Maulid Nusantara. Salah satu agenda puncaknya ditutup dengan Maulid Tiga Masjid di Masjid Agung Al-Ittihad, Selasa (25/8/2026).
 

Kegiatan tersebut mempertemukan masyarakat dari berbagai wilayah Tangerang dalam suasana penuh kebersamaan dan kegembiraan.
 

Lima Hari Festival Maulid Nusantara
 

Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan rangkaian Festival Maulid Nusantara berlangsung selama lima hari, sejak 21 Agustus 2026.
 

Berbagai kegiatan digelar, mulai dari zikir bersama, pembacaan doa hingga ceramah agama. Seluruh rangkaian kemudian ditutup melalui pelaksanaan Maulid Tiga Masjid di Masjid Agung Al-Ittihad.
 

Menurut Sachrudin, peringatan Maulid bukan sekadar seremoni untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
 

“Maulid ini bukan hanya sekadar memperingati hari lahir Nabi Besar Muhammad SAW, tetapi bagaimana kita bisa mengingatkan tentang akhlak Rasulullah yang harus kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Sachrudin.
 

Kirab Gunungan Jadi Magnet Warga
 

Kemeriahan semakin terasa dalam rangkaian penutupan melalui kirab gunungan yang bergerak dari sejumlah titik menuju Masjid Agung Al-Ittihad.
 

Kirab tersebut melibatkan tiga masjid, yakni Masjid Jami Kalipasir, Masjid Raya Al-A’zhom dan Masjid Agung Al-Ittihad.
 

Antusiasme warga terlihat ketika rombongan kirab tiba di lokasi. Masyarakat menyambut arak-arakan dan berebut gunungan yang menjadi bagian dari tradisi dalam memeriahkan Maulid Nabi.
 

Tiga Masjid, Satu Semangat Kebersamaan
 

Ketua Panitia Maulid Tiga Masjid, Farhan, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bentuk kegembiraan masyarakat dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
 

Tahun ini merupakan pelaksanaan keempat Maulid Tiga Masjid yang digelar secara kolaboratif.
 

Menurut Farhan, ketiga masjid memiliki karakter dan sejarah masing-masing yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat Tangerang.
 

Masjid Jami Kalipasir dikenal sebagai salah satu masjid tertua di Tangerang. Masjid Agung Al-Ittihad menjadi ruang berkumpul masyarakat dari berbagai kalangan, sedangkan Masjid Raya Al-A’zhom menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Kota Tangerang.
 

Tak Terbatas Sekat Administrasi
 

Farhan menegaskan kolaborasi tiga masjid tersebut membawa pesan bahwa perayaan Maulid dapat menjadi ruang untuk menyatukan masyarakat Tangerang tanpa dibatasi sekat administratif.
 

“Ketiga masjid ini menjadi masjid yang ikonik. Kami berkolaborasi supaya masyarakat Tangerang secara umum tidak terbatas oleh administrasi Kota Tangerang, Tangerang Selatan, atau Kabupaten Tangerang,” papar Farhan.
 

Menurutnya, seluruh masyarakat dapat berkumpul, guyub dan bersatu dalam semangat memperingati kelahiran Rasulullah.
 

Tradisi Tangerang Jangan Sampai Hilang
 

Selain memperkuat silaturahmi, Maulid Tiga Masjid juga menjadi ruang untuk mempertahankan tradisi masyarakat Tangerang.
 

Kirab perahu dan gunungan menjadi bagian dari budaya yang terus diperkenalkan kepada generasi muda.
 

Farhan menilai tradisi tersebut harus terus dilestarikan agar tidak hilang ditelan perkembangan zaman.
 

“Kita sebagai masyarakat Tangerang punya tradisi yang luar biasa. Ini tidak boleh hilang,” katanya.
 

Ia berharap generasi berikutnya dapat mengenal tradisi tersebut sekaligus memahami nilai kebersamaan yang terkandung di dalamnya.
 

Maulid Jadi Ruang Merawat Kebersamaan
 

Festival Maulid Nusantara dan Maulid Tiga Masjid menunjukkan bahwa peringatan Maulid Nabi tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga ruang untuk memperkuat silaturahmi, gotong royong dan kebersamaan masyarakat.
 

Dari tiga masjid, masyarakat berkumpul dalam satu perayaan.
 

Dari tradisi gunungan dan kirab, generasi muda diajak mengenal warisan budaya daerah.
 

Dan dari keteladanan Rasulullah SAW, masyarakat diingatkan untuk menghadirkan akhlak mulia dalam kehidupan sehari-hari.
 

Maulid dirayakan dengan tradisi, diperkuat dengan kebersamaan, dan dimaknai melalui keteladanan Rasulullah.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: