Kementerian UMKM Dorong 153 Usaha Menengah Bersiap IPO
Laporan: Firman
Kamis, 17 September 2026 | 11:28 WIB
Kementerian UMKM dorong 153 usaha menengah bersiap IPO - Kemen UMKM/RMN -
RMBANTEN.COM – Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mendorong usaha menengah memperkuat kapasitas bisnis sekaligus memperluas akses pendanaan melalui pasar modal.
Upaya tersebut dilakukan melalui program RISE TO IPO 2026 yang diselenggarakan Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM bekerja sama dengan PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Mengusung semangat “Empowering Medium Enterprises to IPO”, program tersebut telah menjangkau 153 perusahaan di tiga kota, yakni Surabaya, Makassar, dan Bandung.
Deputi Bidang Usaha Menengah Kementerian UMKM Bagus Rachman mengatakan RISE TO IPO menjadi bagian dari upaya pemerintah mendampingi usaha menengah agar semakin siap berkembang menjadi perusahaan profesional, transparan, dan memiliki akses pendanaan yang lebih luas.
“Melalui RISE TO IPO, pengusaha menengah mendapatkan pemahaman mengenai peluang pendanaan melalui pasar modal, manfaat go public, serta tahapan persiapan menuju Initial Public Offering (IPO),” kata Bagus Rachman di Jakarta, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, pendampingan juga mencakup penguatan aspek legal, keuangan, dan tata kelola perusahaan yang menjadi fondasi penting dalam proses menuju perusahaan terbuka.
Pasar Modal Jadi Alternatif Pendanaan
Bagus menegaskan penguatan usaha menengah tidak hanya berkaitan dengan peningkatan kapasitas produksi dan perluasan pasar.
Kesiapan perusahaan untuk mengakses sumber pembiayaan yang lebih beragam juga menjadi perhatian.
“RISE TO IPO menjadi salah satu upaya kami untuk membuka wawasan usaha menengah bahwa pasar modal dapat menjadi salah satu alternatif sumber pendanaan untuk mendukung ekspansi dan pengembangan bisnis,” ujarnya.
Namun, lanjut Bagus, perusahaan harus mempersiapkan fundamental bisnis, tata kelola, aspek keuangan, dan legalitas secara bertahap sebelum memasuki proses IPO.
153 Perusahaan Ikuti Program di Tiga Kota
Rangkaian RISE TO IPO 2026 dimulai di Surabaya pada 18 Juni 2026 dengan melibatkan 50 perusahaan.
Program kemudian berlanjut di Makassar pada 16 Juli 2026 yang diikuti 45 perusahaan, serta Bandung pada 31 Agustus 2026 dengan 58 perusahaan.
Total 153 perusahaan telah mengikuti rangkaian program tersebut.
“Pelaksanaan di tiga kota tersebut menjadi sarana untuk memperluas jangkauan edukasi pasar modal kepada usaha menengah di berbagai wilayah Indonesia,” kata Bagus.
Para peserta mendapatkan pembekalan mengenai proses go public, manfaat menjadi perusahaan terbuka, serta pengalaman dari perusahaan yang telah tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Dari Seminar hingga Pendampingan Intensif
Program RISE TO IPO dilaksanakan secara bertahap. Prosesnya dimulai dari pendaftaran dan seleksi awal, Go Public Seminar, pendampingan intensif, hingga pembinaan lanjutan melalui IDX Incubator.
Setelah mendapatkan pemahaman dasar mengenai IPO, perusahaan yang memenuhi kriteria akan mengikuti proses kurasi untuk mendapatkan pendampingan lebih intensif.
“Setelah memperoleh pemahaman dasar mengenai IPO, perusahaan yang memenuhi kriteria akan mengikuti proses kurasi untuk mendapatkan pendampingan yang lebih intensif,” jelas Bagus.
153 Perusahaan Masuk Tahap Kurasi
Saat ini, seluruh perusahaan yang telah mengikuti rangkaian RISE TO IPO di Surabaya, Makassar, dan Bandung berada dalam tahap kurasi untuk mengikuti Intensive Bootcamp RISE TO IPO.
Kurasi dilakukan untuk melihat kelayakan, kesiapan bisnis, serta potensi perusahaan dalam melanjutkan proses persiapan menuju go public.
Perusahaan yang terpilih nantinya memperoleh pendampingan lebih mendalam bersama praktisi pasar modal.
Fundamental Bisnis Jadi Fokus
Pendampingan dalam Intensive Bootcamp diarahkan untuk memperkuat berbagai aspek yang dibutuhkan perusahaan dalam mempersiapkan IPO.
Mulai dari pembenahan legalitas, keuangan, tata kelola perusahaan, hingga strategi bisnis akan menjadi bagian dari proses pembinaan.
Bagus menegaskan program tersebut tidak berhenti pada kegiatan seminar atau edukasi awal.
“Kami ingin membangun proses pembinaan yang berkelanjutan, sehingga perusahaan yang memiliki potensi dapat terus didampingi untuk memperkuat fundamental bisnisnya hingga siap mengakses pasar modal,” lanjutnya.
Dilanjutkan ke IDX Incubator 2027
Setelah melewati tahapan pendampingan dan memenuhi kesiapan yang diperlukan, perusahaan peserta akan diarahkan mengikuti program IDX Incubator 2027 sebagai bagian dari kelanjutan pembinaan.
Kolaborasi Kementerian UMKM dan BEI melalui RISE TO IPO diharapkan memperkuat ekosistem pengembangan usaha menengah, khususnya dalam membuka akses terhadap alternatif sumber pendanaan.
Dengan fundamental bisnis dan tata kelola yang semakin kuat, usaha menengah diharapkan dapat memperluas skala usaha serta meningkatkan daya saing.
Transformasi Menuju Ekosistem Pasar Modal
Bagus menegaskan Kementerian UMKM mendorong transformasi usaha menengah agar pertumbuhannya tidak hanya diukur dari skala bisnis.
Kesiapan memasuki ekosistem pembiayaan formal dan pasar modal juga menjadi bagian dari proses pengembangan usaha.
“Kementerian UMKM mendorong transformasi usaha menengah agar tidak hanya tumbuh dari sisi skala bisnis, tetapi juga semakin siap memasuki ekosistem pembiayaan formal dan pasar modal Indonesia,” pungkas Bagus.