Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

PWI dan Hotman Paris Sepakat Berdamai, Don Dasco Sang Pemersatu!

Laporan: Raja Media Network
Selasa, 28 Juli 2026 | 22:05 WIB
Ilustrasi pertemuan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea dengan Ketum PWI Akhmad Munir di fasilitasi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad - RMN -
Ilustrasi pertemuan pengacara kondang Hotman Paris Hutapea dengan Ketum PWI Akhmad Munir di fasilitasi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad - RMN -

RMBANTEN.COM – Jakarta - Polemik antara Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat dan pengacara Hotman Paris Hutapea resmi berakhir. Dalam pertemuan yang berlangsung hangat di Jakarta, Selasa (28/7/2026), kedua belah pihak sepakat mengakhiri persoalan melalui jalan dialog dengan mengedepankan semangat #UntukPersatuanIndonesia.
 

Pertemuan tersebut dimediasi Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dan menghasilkan kesepahaman untuk saling menghormati serta menjaga hubungan baik antara profesi wartawan dan profesi advokat.
 

Hotman Paris Sampaikan Permintaan Maaf
 

Dalam forum tersebut, Hotman Paris menyampaikan permintaan maaf kepada Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir dan seluruh insan pers atas pernyataan yang sebelumnya memicu keberatan di kalangan wartawan.

Permintaan maaf itu diterima PWI sebagai bentuk itikad baik sekaligus komitmen untuk membangun hubungan yang lebih harmonis dan saling menghargai.
 

PWI: Kami Menjaga Martabat Wartawan
 

Ketua Umum PWI Pusat Akhmad Munir menegaskan, sejak awal langkah hukum yang ditempuh organisasinya bukan dilandasi permusuhan, melainkan sebagai bentuk tanggung jawab menjaga kehormatan profesi wartawan.
 

"PWI berkewajiban menjaga kehormatan profesi wartawan. Ketika ada pernyataan yang dipandang merendahkan martabat wartawan, organisasi harus hadir dan bersikap," ujar Akhmad Munir.
 

Namun, lanjutnya, ketika telah ada kesadaran, permintaan maaf yang tulus, dan komitmen untuk saling menghormati, maka PWI juga berkewajiban mengedepankan nilai persaudaraan dan persatuan bangsa.
 

Tujuan Telah Tercapai
 

Akhmad Munir menilai proses hukum yang ditempuh telah mencapai tujuan utamanya, yakni memulihkan kehormatan profesi wartawan sekaligus menegaskan bahwa insan pers sebagai salah satu pilar demokrasi harus dihormati.
 

"Setelah ada permintaan maaf dan komitmen untuk tidak mengulangi, maka yang harus dikedepankan adalah semangat Persatuan Indonesia," tegasnya.
 

Dasco Diapresiasi
 

PWI Pusat juga menyampaikan apresiasi kepada Sufmi Dasco Ahmad yang telah memfasilitasi dialog sehingga persoalan dapat diselesaikan secara damai dan bermartabat.
 

Sebagai tindak lanjut atas kesepahaman tersebut, PWI akan memproses administrasi pencabutan laporan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
 

Dialog Jadi Jalan Terbaik
 

PWI berharap penyelesaian ini menjadi contoh bahwa perbedaan pandangan tidak harus berakhir dengan konflik berkepanjangan.
 

Dialog, saling menghormati, dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan pribadi maupun kelompok dinilai menjadi jalan terbaik dalam menyelesaikan setiap persoalan.
 

"Persatuan Indonesia adalah kepentingan yang lebih besar. PWI akan tetap teguh menjaga kehormatan profesi wartawan, namun ketika tujuan tersebut telah tercapai melalui permintaan maaf, dialog, dan saling menghormati, maka semangat persatuan bangsa harus kita kedepankan. Itulah makna penyelesaian yang bermartabat," tutup Akhmad Munir.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: