Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Bupati Maesyal Ajak Kyai dan Ustadz Perangi KDRT hingga TPPO di Tangerang

Laporan: Firman
Selasa, 09 Juni 2026 | 18:42 WIB
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid - Foto: Prokopim Tangerang -
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid - Foto: Prokopim Tangerang -

RMBANTEN.COM — Tangerang — Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid mengajak para guru ngaji, ustadz, ustadzah, hingga pimpinan pondok pesantren untuk turun tangan mencegah kekerasan terhadap perempuan dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
 

Ajakan itu disampaikan Maesyal saat membuka Sosialisasi Pencegahan Kekerasan terhadap Perempuan dan TPPO di Kabupaten Tangerang, Selasa (9/6/2026).
 

Menurut Maesyal, persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak bisa hanya dipandang sebagai urusan pidana semata. Ia menilai kasus-kasus tersebut merupakan tragedi kemanusiaan yang merusak nilai agama dan masa depan generasi bangsa.
 

“Kalau ada kejadian seperti ini, bukan urusan hukum saja. Persoalan kekerasan ini adalah tragedi kemanusiaan yang mencederai norma-norma agama,” tegas Maesyal Rasyid.
 

Kyai dan Guru Ngaji Garda Terdepan
 

Dalam kesempatan itu, Maesyal meminta para tokoh agama ikut aktif mengedukasi masyarakat agar angka Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan perdagangan orang bisa ditekan.
 

Ia menilai para guru ngaji, kyai, ustadz, dan pengelola pondok pesantren memiliki posisi strategis sebagai garda terdepan pembinaan umat.
 

“Kami mohon bantuannya kepada para guru ngaji, ustadz, ustadzah, dan pengelola pondok pesantren. Mari bergandeng tangan mencegah pelanggaran pidana. Jangan pernah lelah mengedukasi masyarakat,” ujarnya.
 

Bahas Keharmonisan Rumah Tangga
 

Maesyal juga meminta materi ceramah di lingkungan pesantren ikut menanamkan nilai keharmonisan rumah tangga, tanggung jawab suami-istri, serta pola asuh anak yang sehat.
 

Menurutnya, pendekatan keagamaan sangat penting untuk membangun kesadaran masyarakat dalam mencegah kekerasan domestik yang terus meningkat setiap tahun.
 

“Saya minta para kyai, ustadz, ustadzah dan pimpinan pondok pesantren terus memberikan edukasi soal keharmonisan rumah tangga dalam setiap ceramahnya,” katanya.
 

Santri Akan Didorong Produktif
 

Tak hanya fokus pada edukasi sosial, Pemkab Tangerang juga menyiapkan program pemberdayaan ekonomi di lingkungan pesantren.
 

Maesyal mengatakan pihaknya akan mendorong pemanfaatan lahan kosong di pesantren untuk kegiatan produktif seperti pertanian hortikultura, budidaya palawija, hingga bioflok ikan.
 

“Nanti kalau ada tanah pondok pesantren yang tidak dipakai, kita bantu supaya bisa ditanami hortikultura atau dibuat kolam bioflok. Supaya ada aktivitas produktif bagi santri dan guru ngaji,” jelasnya.
 

Program tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan lingkungan pesantren sekaligus membangun kemandirian ekonomi para santri.
 

Libatkan Kemenag hingga BP3MI
 

Sementara itu, Kepala DP3A Kabupaten Tangerang Asep Suherman mengatakan kegiatan sosialisasi ini bertujuan memperkuat peran pesantren sebagai mitra strategis pemerintah dalam menciptakan lingkungan aman bagi perempuan dan anak.
 

Menurutnya, kegiatan tersebut melibatkan berbagai pihak lintas sektor, mulai dari Kementerian Agama Kabupaten Tangerang, BP3MI Provinsi Banten, advokat, tokoh agama, hingga Forum Silaturahmi Pondok Pesantren.
 

“Tujuannya meningkatkan kesadaran dan peran aktif pondok pesantren dalam mencegah kekerasan terhadap perempuan dan TPPO,” ujar Asep.
 

Kegiatan tersebut diikuti para ustadz, ustadzah, pimpinan pesantren, Ketua MUI kecamatan, serta tokoh masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Tangerang.rajamedia

Komentar: