Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

BMKG Warning Kemarau 2026 Akan Panjang, Banten Terancam Krisis Air & Karhutla!

Laporan: Tim Redaksi
Senin, 13 April 2026 | 22:06 WIB
Foto: Ilustrasi Raja Media Network/RMN -
Foto: Ilustrasi Raja Media Network/RMN -

RMBANTEN.COM —  Tangsel — Alarm bahaya dibunyikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika. Tahun 2026 diprediksi bukan kemarau biasa—lebih panjang, lebih kering, dan berpotensi ekstrem.
 

Sejak April, sebagian wilayah Indonesia mulai masuk fase kemarau. Puncaknya? Diperkirakan terjadi pada Agustus 2026.
 

El Nino Jadi Biang Kerok
 

Fenomena El Nino disebut sebagai pemicu utama.
 

Dampaknya:
 

1. Suhu makin terik 

2. Curah hujan menurun drastis 

3. Durasi kemarau lebih panjang 
 

Kombinasi ini jadi “paket lengkap” ancaman kekeringan nasional.
 

Ancaman Nyata: Air, Pangan, hingga Kesehatan
 

BMKG mengingatkan sejumlah risiko serius yang mengintai:
 

1. Kekeringan: Krisis air bersih untuk rumah tangga dan pertanian 

2. Karhutla: Risiko kebakaran hutan dan lahan meningkat tajam 

3. Kesehatan: Lonjakan penyakit seperti ISPA akibat polusi udara 

4. Pangan: Ancaman gagal panen karena irigasi terganggu 
 

Banten Masuk Zona Waspada
 

Untuk wilayah Banten, BMKG memprediksi puncak kemarau terjadi Juli–Agustus 2026.
 

Kondisinya diperkirakan: datang lebih awal dan lebih kering dari biasanya. 
 

Beberapa wilayah jadi perhatian serius:
 

1. Utara Banten: Risiko kekeringan ekstrem 

2. Kabupaten Tangerang & Tangerang Selatan: rawan krisis air 

3. Kota Cilegon: mulai siapkan mitigasi 
 

Suhu bahkan sudah tembus 35,6°C dalam beberapa hari terakhir!
 

Masih Pancaroba, Hujan Ekstrem Bisa Terjadi
 

Meski kemarau mulai datang, Banten masih berada di fase transisi hingga awal Juni.
 

Artinya: hujan lebat masih bisa terjadi, disertai petir dan angin kencang, dan risiko banjir mendadak tetap ada 
 

Wilayah seperti Kabupaten Pandeglang dan Lebak diminta tetap siaga.
 

Langkah Darurat: Jangan Tunggu Krisis Datang
 

BMKG mengingatkan masyarakat untuk mulai bersiap:
 

1. Hemat air sejak sekarang 

2. Tampung air hujan selagi masih turun 

3. Hindari bakar lahan untuk cegah karhutla 

4. Petani adaptasi pola tanam 

5. Pantau info resmi BMKG, termasuk akun BMKG Wilayah II 
 

Pesan Tegas: Kemarau Ini Bukan Main-Main
 

BMKG memberi sinyal jelas: kemarau 2026 bukan siklus biasa.
 

Jika tak diantisipasi sejak dini, dampaknya bisa meluas—dari krisis air hingga gangguan pangan.
 

Waktunya bersiap, sebelum semuanya benar-benar kering.rajamedia

Komentar: