Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Benyamin Pasang Benteng Digital: Perempuan dan Anak Tangsel Harus Aman dari Ancaman Siber

Laporan: Firman
Jumat, 19 Juni 2026 | 18:43 WIB
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie - Foto: Dok. Pemkot Tangsel -
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie - Foto: Dok. Pemkot Tangsel -

RMBANTEN.COM -  Tangsel – Di tengah derasnya arus informasi dan masifnya penggunaan media sosial, Pemerintah Kota Tangerang Selatan menaruh perhatian serius terhadap perlindungan perempuan dan anak di ruang digital.
 

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa kemajuan teknologi tidak boleh hanya dipandang sebagai peluang, tetapi juga harus diimbangi dengan kemampuan masyarakat dalam memahami risiko yang menyertainya.
 

Menurutnya, literasi digital kini menjadi kebutuhan mendesak untuk memastikan perempuan dan anak dapat beraktivitas secara aman, sehat, dan produktif di dunia maya.
 

"Teknologi harus menjadi sarana untuk belajar, berkembang, dan berkreasi. Karena itu, perempuan dan anak harus memiliki kemampuan menggunakan teknologi secara aman, bijak, dan bertanggung jawab," kata Benyamin, Jumat (19/6/2026).
 

Ancaman Siber Mengintai Perempuan dan Anak
 

Benyamin mengakui perkembangan teknologi digital telah membawa banyak manfaat dalam kehidupan masyarakat. Akses informasi menjadi lebih cepat, layanan publik semakin mudah dijangkau, dan peluang pendidikan terbuka lebih luas.
 

Namun di balik kemudahan tersebut, terdapat berbagai ancaman yang tak bisa diabaikan.
 

Perempuan dan anak dinilai menjadi kelompok paling rentan terhadap berbagai kejahatan digital, mulai dari perundungan siber (cyber bullying), penyebaran hoaks, pencurian data pribadi, eksploitasi digital hingga tindak kejahatan berbasis teknologi lainnya.
 

Karena itu, Pemkot Tangsel terus memperkuat berbagai program edukasi dan sosialisasi agar masyarakat semakin sadar terhadap pentingnya keamanan digital.
 

Literasi Digital Bukan Sekadar Bisa Main Gadget
 

Menurut Benyamin, literasi digital sering kali dipahami hanya sebatas kemampuan mengoperasikan perangkat teknologi. Padahal, maknanya jauh lebih luas.
 

Literasi digital mencakup kemampuan memilah informasi, menjaga privasi dan keamanan data pribadi, mengenali ancaman di internet, hingga membangun etika dalam berinteraksi di media sosial.
 

"Literasi digital adalah kemampuan memahami risiko dan menggunakan teknologi secara cerdas agar memberikan manfaat, bukan justru menimbulkan masalah," ujarnya.
 

Keluarga Jadi Garda Terdepan
 

Benyamin menilai keluarga memegang peran paling penting dalam membentuk budaya digital yang sehat.
 

Menurutnya, orang tua tidak cukup hanya menyediakan gawai dan akses internet bagi anak-anak. Pendampingan dan komunikasi yang intensif harus menjadi bagian dari pola pengasuhan di era digital.
 

Ia menyebut keluarga merupakan benteng pertama yang dapat melindungi anak dari berbagai ancaman dunia maya.
 

"Pengawasan dan komunikasi yang baik di dalam keluarga menjadi benteng pertama dalam melindungi anak-anak dari berbagai risiko di ruang digital," tegasnya.
 

Sekolah Harus Tanamkan Etika Digital
 

Selain keluarga, Benyamin menilai dunia pendidikan memiliki tanggung jawab strategis dalam membangun generasi digital yang cerdas dan berkarakter.
 

Sekolah diharapkan tidak hanya mengajarkan penggunaan teknologi, tetapi juga menanamkan pemahaman tentang etika digital, keamanan siber, serta pemanfaatan teknologi untuk kegiatan yang produktif dan kreatif.
 

Dengan demikian, siswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menjadi warga digital yang bertanggung jawab.
 

Butuh Kolaborasi Semua Pihak
 

Benyamin menegaskan upaya perlindungan perempuan dan anak tidak mungkin dilakukan pemerintah sendirian.
 

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, komunitas, organisasi kemasyarakatan, dunia usaha hingga lembaga pemerintah untuk bersama-sama menciptakan ruang digital yang aman dan ramah anak.
 

"Perlindungan perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama. Dengan literasi digital yang kuat, kita tidak hanya melindungi mereka dari berbagai ancaman, tetapi juga mempersiapkan generasi yang cerdas, kreatif, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk hal-hal yang bermanfaat," tuturnya.
 

Menyiapkan Generasi Tangsel yang Tangguh
 

Benyamin berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya literasi digital terus meningkat seiring perkembangan teknologi yang semakin cepat.
 

Baginya, kemampuan beradaptasi, memahami risiko, dan memanfaatkan teknologi secara positif akan menjadi modal penting dalam membangun sumber daya manusia yang unggul di masa depan.
 

"Teknologi akan terus berkembang. Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan dan anak, baik di dunia nyata maupun di ruang digital," pungkasnya.rajamedia

Komentar: