Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Banten Gas Kolaborasi! Andra Soni Gandeng Swasta, OJK Didorong Turun Tangan

Laporan: Firman
Rabu, 01 April 2026 | 19:10 WIB
Gubernur Banten Andra Soni menerima OJK Banten, Rabu (1/4/2026). - Biro Adimpro Banten -
Gubernur Banten Andra Soni menerima OJK Banten, Rabu (1/4/2026). - Biro Adimpro Banten -

RMBANTEN.COM – Serang – Pemerintah Provinsi Banten tancap gas mempercepat pembangunan. Gubernur Banten Andra Soni menegaskan, kunci percepatan ada pada kolaborasi—terutama dengan sektor swasta dan lembaga keuangan.
 

Menurutnya, mengandalkan APBD semata tidak cukup untuk mengejar pemerataan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.
 

“Kolaborasi itu keniscayaan. Kita tidak bisa hanya mengandalkan APBD,” tegas Andra saat menerima Kepala OJK Banten, melansir laman bantenprov.go.id Rabu (1/4/2026).
 

APBD Terbatas, Swasta Jadi Kunci Percepatan
 

Andra menyoroti tantangan besar dalam pembangunan daerah, terutama soal disparitas antarwilayah. Untuk itu, keterlibatan swasta dinilai menjadi solusi strategis.
 

Ia menegaskan, sinergi dengan sektor keuangan akan mempercepat pembangunan sekaligus mendorong pemerataan.
 

“Kita fokus ke arah percepatan dan pemerataan agar tidak terjadi kesenjangan antarwilayah,” ujarnya.
 

OJK Didorong Aktif, Literasi Keuangan Digenjot
 

Dalam pertemuan itu, Andra juga menyambut komitmen Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang siap mendorong peran lembaga keuangan dalam pembangunan daerah.
 

Ia bahkan meminta OJK lebih masif melakukan edukasi keuangan kepada masyarakat, termasuk ASN dan pelajar.
 

“Literasi keuangan harus diperluas, supaya masyarakat makin paham pengelolaan keuangan dan investasi,” katanya.
 

Perbankan Tumbuh, Harus Berdampak ke Daerah
 

Sementara itu, Kepala OJK Banten Adi Dharma menyebut kondisi perbankan di Banten saat ini tumbuh positif. Namun, ia menekankan pertumbuhan tersebut harus memberi dampak nyata bagi pembangunan daerah.
 

“Kami ingin kehadiran perbankan ikut menyukseskan visi pembangunan daerah,” ujarnya.
 

CSR dan Proyek Nyata: Jembatan hingga Edukasi
 

OJK juga menyiapkan agenda literasi keuangan pada 9–10 April 2026 yang menyasar ASN dan mahasiswa di Serang.
 

Tak hanya itu, kegiatan tersebut akan ditutup dengan peletakan batu pertama pembangunan jembatan di Desa Cikotek, Padarincang—hasil kolaborasi CSR Bursa Efek Indonesia.
 

Langkah ini menjadi sinyal kuat: kolaborasi pemerintah dan sektor keuangan bukan sekadar wacana, tapi mulai bergerak ke aksi nyata.rajamedia

Komentar: