Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Andra Soni Dampingi AHY Tinjau Underpass Bitung, Progres Pembangunan Capai 70,7 Persen

Laporan: Firman
Jumat, 06 November 2026 | 16:17 WIB
Gubernur Banten Andra Soni mendampingi Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, meninjau pembangunan Underpass Bitung di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Jumat (6/11/2026). - Biro Adpimpro Banten/RMN -
Gubernur Banten Andra Soni mendampingi Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, meninjau pembangunan Underpass Bitung di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Jumat (6/11/2026). - Biro Adpimpro Banten/RMN -

RMBANTEN.COM — Tangerang — Gubernur Banten Andra Soni mendampingi Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), meninjau pembangunan Underpass Bitung di Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Jumat (6/11/2026).
 

Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat langsung perkembangan proyek infrastruktur yang diharapkan menjadi solusi jangka panjang dalam mengurai kemacetan di jalur arteri Serang–Tangerang.
 

Dalam kunjungan itu, AHY menyampaikan bahwa progres pembangunan Underpass Bitung telah mencapai sekitar 70,7 persen. Capaian tersebut dinilai sesuai dengan target, bahkan sedikit lebih cepat dari jadwal yang direncanakan.

"Progresnya kurang lebih sudah 70,7 persen, sesuai dengan target atau sesuai dengan timeline-nya. Insya Allah akan terus dikejar hingga tahun depan, dan Februari akan ada PHO," ujar AHY, Jumat (6/11/2026).
 

Proyek Rp87,3 Miliar Ditargetkan Rampung Februari 2027
 

AHY menjelaskan, pembangunan Underpass Bitung merupakan proyek strategis untuk meningkatkan konektivitas wilayah dan mengatasi kepadatan kendaraan yang selama ini menjadi persoalan di kawasan tersebut.
 

Proyek dengan panjang penanganan sekitar 350 meter itu didukung anggaran kurang lebih Rp87,319 miliar. Penyelesaian pekerjaan ditargetkan pada Februari 2027, dengan proses serah terima pertama atau Provisional Hand Over (PHO) pada bulan yang sama.

Menurut AHY, kawasan Bitung merupakan titik pertemuan arus kendaraan dari sejumlah arah, sehingga kemacetan telah lama berdampak terhadap mobilitas masyarakat maupun distribusi barang.
 

"Sudah terlalu lama masyarakat yang melewati jalur Bitung ini sangat terdampak akibat kemacetan, yang tentunya perlu kita carikan solusi yang lebih permanen," katanya.
 

AHY juga menegaskan pentingnya konektivitas sebagai penopang pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
 

"Konektivitas merupakan urat nadi pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat," tegasnya.
 

Andra Soni: Solusi bagi Mobilitas dan Perekonomian
 

Sementara itu, Gubernur Banten Andra Soni menyambut pembangunan Underpass Bitung sebagai upaya meningkatkan kelancaran transportasi di salah satu kawasan strategis Kabupaten Tangerang.
 

Andra mengatakan, keberadaan underpass tersebut telah lama dinantikan masyarakat karena kawasan Bitung menjadi simpul kepadatan lalu lintas akibat pertemuan arus kendaraan dari arah Serang, Jakarta, dan Curug.

"Keberadaan Underpass Bitung telah lama dinantikan masyarakat karena kawasan tersebut menjadi salah satu simpul kepadatan lalu lintas akibat pertemuan arus kendaraan dari arah Serang, Jakarta, dan Curug," ujar Andra.
 

Ia berharap keberadaan infrastruktur tersebut dapat memperlancar mobilitas masyarakat sekaligus mendukung aktivitas perekonomian di kawasan Tangerang dan sekitarnya.
 

Andra juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat, khususnya Kementerian Koordinator Infrastruktur dan Kementerian Pekerjaan Umum, yang mendukung pembangunan proyek tersebut.
 

Menurutnya, ruas jalan nasional tersebut memiliki peran penting sebagai jalur penghubung mobilitas masyarakat, kendaraan logistik, serta akses menuju kawasan industri.
 

Diharapkan Pangkas Waktu Tempuh dan Biaya Logistik
 

Pembangunan Underpass Bitung diproyeksikan dapat mengurangi tingkat kemacetan secara signifikan. Berdasarkan penjelasan AHY, tingkat kejenuhan lalu lintas yang saat ini mendekati angka 1 diharapkan dapat ditekan hingga sekitar 0,5 setelah underpass beroperasi.
 

Dampaknya tidak hanya dirasakan pengguna jalan, tetapi juga sektor perdagangan, industri, dan distribusi logistik.
 

Kelancaran arus kendaraan diharapkan mampu memangkas waktu tempuh, menekan biaya distribusi, serta meningkatkan produktivitas kegiatan ekonomi masyarakat.
 

AHY meminta seluruh pihak terus mengawal proses pembangunan agar selesai sesuai target dengan tetap memperhatikan kualitas konstruksi dan keselamatan kerja.
 

"Mari kita kawal supaya ini tuntas dengan tingkat kualitas yang baik, aman semuanya, dan mudah-mudahan bisa menghadirkan dampak ekonomi yang baik bagi masyarakat Banten dan sekitarnya," kata AHY.
 

Pemerintah berharap Underpass Bitung nantinya menjadi bagian penting dari peningkatan konektivitas wilayah Banten, khususnya dalam mendukung kelancaran jalur Serang–Tangerang dan aktivitas ekonomi kawasan industri.
 

RMBANTEN.COM – Gancang, Bener, Percaya Kajen.rajamedia

Komentar: