Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

BUMD Banten Gandeng Daesang Food, Petani Lokal Berpeluang Perluas Pasar

Laporan: Firman
Rabu, 04 November 2026 | 08:55 WIB
Gubernur Banten Andra Soni saat MOU BUMD Banten denga Daesang Food -Biro Adpimpro Banten.RMB -
Gubernur Banten Andra Soni saat MOU BUMD Banten denga Daesang Food -Biro Adpimpro Banten.RMB -

RMBANTEN.COM — Kota Serang — Pemerintah Provinsi Banten terus mendorong penguatan sektor pertanian melalui kemitraan antara perusahaan daerah dan industri pengolahan pangan. Kali ini, PT Agrobisnis Banten Mandiri (ABM) Perseroda menjalin kerja sama dengan PT Daesang Food Indonesia untuk memasok bahan baku industri dari hasil pertanian lokal.
 

Gubernur Banten Andra Soni berharap kerja sama tersebut dapat membuka peluang pasar yang lebih luas sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Banten.

Hal itu disampaikan Andra Soni usai menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara kedua perusahaan di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Selasa (3/11/2026).
 

MoU Pertama Setelah Perubahan Tata Kelola ABM
 

Andra Soni mengatakan, perusahaan daerah harus terus berkembang dan memperluas peluang usaha agar keberadaannya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
 

Menurutnya, kerja sama tersebut menjadi langkah penting bagi PT ABM setelah dilakukan perubahan tata kelola perusahaan.

"Ini adalah MoU pertama dari ABM sejak kami melaksanakan perubahan tata kelola perusahaan," ujar Andra.
 

Ia berharap kemitraan tersebut tidak hanya memperkuat kinerja BUMD, tetapi juga memberikan dampak langsung bagi sektor pertanian dan para petani lokal.
 

Pasok Cabai dan Tomat untuk Kebutuhan Industri
 

Direktur Utama PT ABM Perseroda, Asep Kurniawan, menjelaskan bahwa kerja sama jangka panjang tersebut berfokus pada pemenuhan kebutuhan bahan baku industri.
 

Sejumlah komoditas yang akan dipasok meliputi cabai segar, pasta cabai, tomat, dan pasta tomat.
 

Asep menyebut PT Daesang Food Indonesia merupakan perusahaan berskala internasional yang membutuhkan bahan baku hingga ratusan ton setiap bulan.
 

Dalam kerja sama tersebut, ABM mendapat target minimum pasokan sebanyak empat ton per bulan. Sementara batas maksimalnya akan disesuaikan dengan kemampuan produksi dan kapasitas pasokan.
 

"ABM diberikan target minimum pasokan sebanyak empat ton per bulan, sementara batas maksimumnya disesuaikan dengan kapasitas suplai kita," ungkap Asep.
 

Kontrak kerja sama ini juga akan dievaluasi setiap tahun untuk menentukan kemungkinan perpanjangan.
 

Daesang Pilih Banten karena Kualitas Hasil Pertanian
 

Sementara itu, General Manager (GM) Legal PT Daesang Food Indonesia, Edi Handono, mengatakan perusahaannya konsisten menggunakan bahan baku asli Indonesia dalam proses produksi.
 

Produk yang dihasilkan antara lain pasta cabai, bubuk cabai, olahan tomat, hingga gula aren.
 

Menurut Edi, Provinsi Banten dipilih sebagai salah satu pemasok bahan baku karena memiliki kualitas hasil pertanian yang dinilai baik.
 

"Perusahaan memilih Provinsi Banten sebagai pemasok bahan baku karena kualitas hasil taninya yang lebih baik," kata Edi.
 

Peluang Pasar Baru bagi Petani Banten
 

Kerja sama ABM dan Daesang Food Indonesia diharapkan menjadi peluang bagi petani lokal untuk memperoleh akses pasar industri yang lebih terarah.
 

Dengan kebutuhan bahan baku dalam jumlah besar, kemitraan ini berpotensi membuka ruang penyerapan hasil pertanian secara berkelanjutan.
 

Namun, keberhasilan kerja sama tersebut juga bergantung pada kemampuan ABM membangun rantai pasok yang konsisten, menjaga kualitas komoditas, serta memastikan keterlibatan petani lokal sebagai pemasok.
 

Jika berjalan optimal, kemitraan ini bukan hanya memperluas usaha BUMD, tetapi juga dapat memperkuat hubungan antara sektor pertanian dan industri pengolahan pangan di Provinsi Banten.
 

RMBANTEN.COM – Kabar Gancang, Bener, Percaya Kajen.rajamedia

Komentar: