Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Andra Soni Panggil Diaspora! “Jangan Sekadar Nostalgia, Saatnya Bangun Banten!”

Laporan: Firman
Minggu, 29 Maret 2026 | 16:53 WIB
Gubernur Banten Andra Soni dalam forum Kumpul Jeung Dulur Sinergi Diaspora Banten yang digelar Salakanagara Institute di Hotel Mercure Kemayoran, Jakarta, Sabtu (28/3/2026). - Biro Adpimpro Banten -
Gubernur Banten Andra Soni dalam forum Kumpul Jeung Dulur Sinergi Diaspora Banten yang digelar Salakanagara Institute di Hotel Mercure Kemayoran, Jakarta, Sabtu (28/3/2026). - Biro Adpimpro Banten -

RMBANTEN.COM – Jakarta – Gubernur Banten Andra Soni mengirim pesan kuat: diaspora bukan penonton—tapi motor perubahan.
 

Seruan itu disampaikan dalam forum Kumpul Jeung Dulur Sinergi Diaspora Banten yang digelar Salakanagara Institute di Hotel Mercure Kemayoran, Jakarta, Sabtu (28/3/2026).
 

Nada pesannya tegas: saatnya pulang berkontribusi, meski tak harus pulang secara fisik.
 

Diaspora Bukan Statistik, Tapi Kekuatan
 

Andra menegaskan, diaspora Banten bukan sekadar angka.
 

Mereka adalah bagian dari identitas daerah—membawa semangat, kecerdasan, dan ikatan emosional dengan tanah kelahiran.
 

“Diaspora itu jiwa-jiwa yang ingin melihat Banten maju,” ujarnya.
 

Dari Profesor hingga Penggerak Bangsa
 

Ia mengungkapkan, banyak putra-putri Banten yang kini berkiprah di level nasional hingga global. Mulai dari profesor, akademisi, hingga profesional di berbagai institusi besar.
 

Fakta itu, kata Andra, adalah bukti kapasitas Banten tidak bisa dipandang sebelah mata.
 

Silaturahmi Jadi “Teknologi Sosial”
 

Bagi Andra, forum seperti ini bukan sekadar temu kangen. Lebih dari itu, ini adalah ruang kolaborasi.
 

“Silaturahmi adalah teknologi sosial terkuat. Dari sini lahir ide dan kerja sama,” tegasnya.

Tantangan Nyata: Fiskal Terbatas, Global Tak Pasti
 

Di tengah optimisme, Andra tak menutup mata.
 

Ia mengakui Banten menghadapi tekanan nyata: konflik global, ekonomi yang fluktuatif, hingga dampak kemarau panjang.
 

Ruang fiskal daerah pun terbatas.
 

“Kita harus jujur. Tapi optimisme tidak boleh padam,” katanya.

Pembangunan Tak Harus Megah
 

Andra menekankan, pembangunan bukan melulu proyek besar. Yang lebih penting adalah ketahanan pangan, bantuan tepat sasaran, dan menjaga harmoni sosial.
 

Langkah-langkah kecil, jika konsisten, bisa berdampak besar.
 

Kisah Anak Banten Tembus Dunia
 

Ia juga membagikan cerita inspiratif. Banyak anak Banten berhasil menembus kampus ternama—baik di dalam maupun luar negeri.
 

“Keterbatasan bukan alasan berhenti bermimpi,” ujarnya.
 

Ajakan: Jadi Duta, Mentor, dan Investor
 

Di akhir sambutannya, Andra mengajak diaspora mengambil peran konkret.
 

Mulai dari:
 

1. Duta promosi daerah 

2. Mentor generasi muda 

3. Mitra strategis investasi 
 

“Jarak boleh memisahkan, tapi cinta pada Banten menyatukan,” tegasnya.
 

Redaksi mencatat: diaspora adalah aset besar yang sering terlupakan.
 

Jika digerakkan, bukan mustahil Banten melesat lebih cepat—dengan kekuatan anak-anaknya sendiri.
 

Sumber: banteprov.go.idrajamedia

Komentar: