Sedeng! Trump Sebut Hormuz Sebagai Selat Trump, Iran Ancam Tutup
RMBANTEN.COM - Jakarta – Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali memicu kontroversi setelah menyebut Selat Hormuz sebagai “Strait of Trump” dalam pidato peacemaker speech di Miami.
Dalam pidatonya, Trump menuding Iran melakukan “pemerasan” terhadap Amerika Serikat terkait jalur pelayaran tersebut.
“Kami sedang bernegosiasi sekarang, dan akan bagus jika bisa mencapai sesuatu. Tapi mereka harus membuka Selat itu. Mereka harus membuka Selat Trump — maksud saya, Hormuz,” kata Trump.
Soroti Jalur Vital Minyak Dunia
Selat Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak global melintas di wilayah tersebut.
Seorang pejabat senior pemerintahan AS menyebut adanya rencana untuk “mengambil kembali” kendali atas selat tersebut agar Amerika Serikat tidak bergantung pada pihak lain.
“Jika kita yang menjaga dan mengamankan, kenapa tidak disebut Selat Amerika?” ujarnya.
Singgung Nobel Perdamaian
Dalam pidato yang sama, Trump juga menyinggung kegagalannya meraih Nobel Perdamaian.
“Jika saya tidak mendapat Nobel Perdamaian, maka tidak ada yang pantas mendapatkannya,” katanya.
Ancaman terhadap Iran
Trump turut menyampaikan peringatan keras kepada Iran. Ia mengatakan Amerika Serikat akan merespons tegas jika terjadi gangguan terhadap aliran minyak di Selat Hormuz.
“Jika Iran menghentikan aliran minyak, mereka akan dihantam 20 kali lebih keras,” ujarnya.
Iran Tegaskan Kedaulatan
Pemerintah Iran merespons pernyataan tersebut dengan penolakan tegas. Juru bicara militer Ebrahim Zolfaghari menyatakan Iran menguasai Selat Hormuz secara sah.
Ia juga membantah klaim Trump yang dinilai sepihak.
Ancam Tutup Selat
Iran memperingatkan akan menutup Selat Hormuz jika Amerika Serikat menyerang infrastruktur vital mereka.
Selain itu, Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi menegaskan selat tetap terbuka untuk pelayaran internasional, kecuali bagi pihak yang dianggap sebagai musuh.
Ketegangan ini terjadi di tengah konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah. Selat Hormuz menjadi titik krusial karena perannya dalam perdagangan dan distribusi energi global.![]()
Patandang 4 hari yang lalu
Nagara | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 4 hari yang lalu
Parlemen | 3 hari yang lalu
Pulitik Jero | 5 hari yang lalu
Nagara | 6 hari yang lalu
Patandang | 4 hari yang lalu
Nagara | 4 hari yang lalu
Patandang | 1 hari yang lalu
Ékobis | 3 hari yang lalu