Andra Soni Pastikan Listrik Banten Surplus 30 Persen, Investor Dijamin Tak Kekurangan Daya
RMBANTEN.COM – Serang – Gubernur Banten Andra Soni memastikan pasokan listrik di Provinsi Banten dalam kondisi sangat aman. Bahkan, saat ini Banten memiliki surplus daya sekitar 30 persen, sehingga siap menopang kebutuhan industri maupun investasi baru.
Kepastian itu disampaikan Andra Soni usai menerima kunjungan General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Banten, Tonny Bellamy, beserta jajaran di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (29/7/2026).
Menurut Andra, melimpahnya pasokan listrik menjadi modal strategis untuk memperkuat daya saing Banten sebagai tujuan investasi nasional.
Cadangan 3.750 MW, Industri Dijamin Aman
Andra mengungkapkan, Provinsi Banten merupakan salah satu daerah penyangga kelistrikan nasional yang memasok energi untuk wilayah Jawa dan Bali melalui jaringan Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) 500 kV.
Saat ini, masih tersedia cadangan daya sebesar 3.750 megawatt (MW) yang siap dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sektor industri.
"Dengan jumlah ketersediaan listrik yang cukup besar itu, saya menjamin pasokan untuk industri aman. Ini juga menjadi dukungan untuk menjadikan Provinsi Banten sebagai pusat industri hilirisasi," tegas Andra Soni.
Elektrifikasi Rumah Tangga Hampir Tuntas
Tak hanya sektor industri, pelayanan listrik untuk masyarakat juga hampir sepenuhnya rampung.
Andra menyebut rasio elektrifikasi rumah tangga di Banten telah mencapai 99,94 persen. Tinggal satu wilayah yang masih menjadi pekerjaan rumah, yakni Pulau Tunda, Kabupaten Serang.
Pemerintah Provinsi Banten bersama PLN menargetkan penyelesaian jaringan listrik di wilayah tersebut dalam waktu dekat.
"Itu dalam waktu dekat akan diselesaikan sehingga capaiannya dipastikan menjadi 100 persen untuk aliran listrik ke rumah tangga," ujarnya.
PLN Siap Dukung Investasi dan Pertumbuhan Ekonomi
General Manager PLN UID Banten Tonny Bellamy menegaskan komitmen PLN untuk mendukung seluruh program pembangunan Pemerintah Provinsi Banten, khususnya dalam penyediaan energi bagi kawasan industri, pusat bisnis, dan masyarakat.
Menurutnya, cadangan daya yang tersedia sangat mencukupi untuk melayani kebutuhan investasi yang terus berkembang.
"Insya Allah dengan cadangan daya yang ada, kita bisa memanfaatkannya untuk sambungan ke industri, pusat bisnis, dan masyarakat sehingga perekonomian di Banten bisa semakin maju," ujar Tonny.
Pasokan Didukung Pembangkit Konvensional dan EBT
Tonny menjelaskan, surplus listrik di Banten berasal dari sejumlah pembangkit yang terhubung dalam enam subsistem Jawa-Madura-Bali (Jamali) melalui jaringan SUTET.
Selain pembangkit konvensional, pasokan energi juga diperkuat oleh pembangkit berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT) yang semakin meningkatkan keandalan sistem kelistrikan.
Dengan kondisi tersebut, Banten dinilai memiliki modal kuat untuk menarik lebih banyak investasi, mempercepat hilirisasi industri, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Pulitik Jero | 5 hari yang lalu
Patandang | 1 hari yang lalu
Patandang | 22 jam yang lalu
Warta Banten | 6 hari yang lalu
Hukum | 4 hari yang lalu
Mancanagara | 5 hari yang lalu
Pamenteun | 6 hari yang lalu
Patandang | 4 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu