Andra Soni Groundbreaking Sekolah Rakyat, Putus Rantai Kemiskinan!
RMBANTEN.COM - Pandeglang - Gubernur Banten Andra Soni melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Banten, Senin (12/1/2026). Pembangunan ini menandai dimulainya dua unit Sekolah Rakyat tingkat SMA di Pandeglang dan Lebak, yang ditargetkan rampung Agustus 2026.
Dalam sambutannya, Andra mengucapkan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas program Sekolah Rakyat. Di Banten, program ini mendapat alokasi empat sekolah, terdiri dari dua SMA dan dua sekolah terintegrasi.
"Kami meyakini niat tulus Presiden adalah memberikan kesempatan kepada seluruh rakyat untuk mendapatkan pendidikan," ujar Andra di Desa Koranji, Kabupaten Pandeglang.
Pendidikan Jadi Instrumen Putus Kemiskinan
Andra Soni menegaskan bahwa pembangunan sekolah ini selaras dengan visi Asta Cita Presiden untuk memperkuat SDM dan pembangunan dari desa. Ia menyebut pendidikan sebagai instrumen utama memutus mata rantai kemiskinan.

"Sekolah ini akan menjadi pusat pendidikan dengan fasilitas yang baik, nyaman, dan aman. Ini adalah tempat anak-anak kita memelihara harapan untuk masa depan," tegasnya.
Gubernur berkomitmen Pemprov Banten akan mengawal dan mengoordinasikan pembangunan agar selesai tepat waktu, termasuk menyiapkan fasilitas penunjang.
Dukung Akses, Program 'Bang Andra' Garap 61 Titik Jalan Desa
Untuk mendukung aksesibilitas menuju fasilitas pendidikan, Pemprov Banten melakukan intervensi infrastruktur melalui Program Bangun Jalan Desa Sejahtera (Bang Andra). Saat ini program tersebut tengah berjalan di 61 titik jalan desa.
Andra juga menyoroti dampak langsung program Presiden Prabowo di Banten, seperti percepatan swasembada pangan dan program Makan Bergizi Gratis yang telah menjangkau lebih dari dua juta penerima manfaat di provinsi tersebut.
Bahas Pelebaran Jalan untuk Optimalkan Banten International Stadium
Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Andra Soni membahas rencana pelebaran Jalan Raya Serang-Pandeglang bersama Kementerian PUPR. Langkah ini untuk meningkatkan aksesibilitas menuju Banten International Stadium (BIS).
"Stadion kita memiliki kapasitas sekitar 30 ribu penonton, namun belum pernah diizinkan menampung lebih dari 5 ribu penonton. Kendalanya adalah akses jalan yang belum memadai," jelas Andra.
Ia berharap Pemerintah Pusat dapat memfasilitasi pelebaran jalan tersebut. Hal ini juga sejalan dengan rencana Banten mengajukan diri sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON) ke depannya.
Sementara itu, Kepala Satker Pelaksanaan Prasarana Strategis Provinsi Banten Kementerian PUPR, Astri Paramita, menyatakan pembangunan empat Sekolah Rakyat di Banten adalah wujud nyata kolaborasi untuk pendidikan yang inklusif.
Sumber: bantenprov.go.id![]()
Patandang 4 hari yang lalu
Patandang | 1 hari yang lalu
Patandang | 2 hari yang lalu
Parlemen | 3 hari yang lalu
Patandang | 3 hari yang lalu
Pulitik Jero | 6 hari yang lalu
Ékobis | 5 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu
Peristiwa | 2 hari yang lalu
Warta Banten | 6 hari yang lalu
