Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Ultimatum Keras buat Pejabat: Rugikan Rakyat atau Korupsi, Saya Sikat!

Laporan: Raja Media Network
Sabtu, 18 Juli 2026 | 22:01 WIB
Foto ilustrasi - RMN -
Foto ilustrasi - RMN -

RMBANTEN.COM — Malang, Polkam — Presiden Prabowo Subianto melontarkan peringatan keras kepada seluruh pejabat negara. Siapa pun yang diberi amanah oleh rakyat tetapi justru membuat kebijakan yang menyengsarakan masyarakat atau mencuri uang negara, dipastikan akan berhadapan langsung dengan pemerintah.
 

Dalam pidatonya saat memimpin Panen Raya Terintegrasi bersama TNI yang digelar serentak di 43 lokasi dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026), Prabowo menegaskan tidak ada lagi ruang toleransi bagi pejabat yang mengkhianati kepercayaan rakyat.
 

"Kita tidak mau toleransi kepada mereka yang dipercaya oleh rakyat, yang digaji oleh rakyat, tapi melaksanakan kebijakan-kebijakan yang merugikan rakyat," tegas Presiden.
 

Koruptor Tak Akan Diberi Ampun
 

Tak hanya soal kebijakan yang merugikan masyarakat, Prabowo juga menyatakan perang terhadap praktik korupsi.
 

Menurutnya, mencuri uang rakyat adalah pengkhianatan terhadap amanah yang diberikan negara dan masyarakat.
 

"Apalagi mencuri uang rakyat. Kita tidak toleransi. Saya tidak toleransi. Saya tidak akan ragu-ragu!" ujar Prabowo dengan nada tegas.
 

Presiden menegaskan seluruh aparatur negara harus bekerja untuk kepentingan rakyat, bukan kelompok atau kepentingan pribadi.
 

Semua Pejabat Harus Satu Barisan
 

Prabowo meminta seluruh elemen pemerintahan, mulai dari kementerian, lembaga, birokrasi, pemerintah daerah hingga BUMN, bergerak dalam satu irama.
 

Menurutnya, seluruh kekuatan negara harus bersatu untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memastikan kekayaan nasional benar-benar dimanfaatkan sebesar-besarnya bagi kepentingan rakyat.
 

Indonesia Bersahabat, Tapi Harus Tetap Solid
 

Dalam pidatonya, Presiden juga menegaskan bahwa Indonesia tetap menjalankan politik luar negeri yang bersahabat dengan semua negara.
 

Namun, di tengah dinamika global, bangsa Indonesia harus semakin kompak dan memperkuat persatuan nasional.
 

"Kita mau bersahabat dengan semua negara. Tapi kita sadar sekarang bahwa kita harus kompak, kita harus bersatu, semua unsur," katanya.
 

Ketahanan Pangan Jadi Gerakan Nasional
 

Prabowo menilai Panen Raya Terintegrasi yang berlangsung serentak di 43 titik menjadi bukti bahwa ketahanan pangan kini bukan hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian.
 

Program tersebut telah berkembang menjadi gerakan nasional yang melibatkan TNI, pemerintah daerah, petani, serta berbagai elemen masyarakat.
 

Presiden pun menyampaikan apresiasi atas semangat gotong royong yang ditunjukkan seluruh pihak dalam mendukung penguatan sektor pangan nasional.
 

"Saya sangat menghargai semangat persatuan, kolaborasi, dan gotong royong dari seluruh komponen bangsa," tutup Prabowo.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tajam, Terpercaya.rajamedia

Komentar: