Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Akhiri 2025 dengan Evaluasi, Benyamin Minta Maaf dan Janji Benahi Layanan Publik!

PEMKOT TANGSEL

Laporan: Lani Pahrudin
Jumat, 02 Januari 2026 | 10:16 WIB
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie - Dok Pemkot Tangsel -
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie - Dok Pemkot Tangsel -

RMBANTEN.COM - Tangsel — Menutup tahun 2025, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie menyampaikan pesan reflektif kepada masyarakat. Ia mengucapkan terima kasih atas kesabaran, kepedulian, dan kepercayaan warga yang terus menyertai Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel), di tengah berbagai dinamika pelayanan publik sepanjang setahun terakhir.
 

Menurut Benyamin, layanan publik adalah wajah nyata pemerintah yang dirasakan langsung oleh masyarakat setiap hari. Ketika layanan belum berjalan optimal, dampaknya bukan sekadar administratif, melainkan menyentuh kenyamanan, kesehatan, hingga rasa keadilan warga.
 

“Layanan publik adalah wajah pemerintah yang dirasakan langsung oleh masyarakat setiap hari. Ketika layanan itu belum berjalan baik, maka yang terganggu bukan hanya sistem, tetapi kenyamanan, kesehatan, dan rasa keadilan warga,” ujar Benyamin, dikutip dari laman Pemkot Tangsel, Jumat (2/1/2026).
 

Sampah Jadi Keluhan Paling Nyata Warga
 

Benyamin mengakui, Pemkot Tangsel mengelola berbagai layanan publik yang langsung bersentuhan dengan kehidupan masyarakat, mulai dari administrasi kependudukan, perizinan, pendidikan, kesehatan, transportasi, ketertiban umum, kebersihan lingkungan, hingga layanan digital.
 

Namun, dari seluruh layanan tersebut, persoalan persampahan menjadi yang paling dirasakan dampaknya oleh masyarakat.
 

“Ketika sampah menumpuk di jalan, menimbulkan bau, dan mengganggu aktivitas sehari-hari, saya memahami betul rasa tidak nyaman, kecewa, bahkan marah yang dirasakan masyarakat,” ungkapnya.
 

Permohonan Maaf Terbuka kepada Warga
 

Atas kondisi tersebut, Benyamin menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan tulus kepada seluruh warga Tangerang Selatan.
 

“Dari hati yang paling dalam, atas nama pribadi dan Pemerintah Kota Tangerang Selatan, saya menyampaikan permohonan maaf yang setulus-tulusnya kepada seluruh warga Tangerang Selatan. Ini adalah tanggung jawab kami, dan kami tidak akan menghindar dari persoalan ini,” tegasnya.
 

Ia menekankan bahwa kritik dan keluhan warga bukanlah ancaman, melainkan cermin untuk melakukan pembenahan.
 

2026 Jadi Titik Balik Pembenahan Layanan
 

Benyamin menegaskan bahwa persoalan persampahan menjadi pelajaran penting sekaligus titik balik dalam memperbaiki layanan publik di Tangsel.
 

Ia memastikan bahwa pada tahun 2026, Pemkot Tangsel akan melakukan peningkatan layanan publik secara menyeluruh dan lebih terukur, dengan penanganan sampah diperkuat dari hulu hingga hilir.
 

“Penanganan sampah akan kami perkuat dengan sistem yang lebih tertib, berkelanjutan, dan berorientasi pada kenyamanan warga,” jelasnya.
 

Perizinan hingga Layanan Digital Ikut Dipercepat
 

Selain persampahan, Benyamin memastikan pembenahan juga menyasar sektor layanan publik lainnya. Proses perizinan akan terus disederhanakan dan dipercepat, layanan kesehatan promotif dan preventif ditingkatkan melalui Ngider Sehat Premium, serta kebersihan kota menjadi perhatian utama.
 

Tak kalah penting, layanan digital pemerintah akan terus dikembangkan agar lebih terintegrasi, transparan, dan benar-benar memudahkan masyarakat.
 

Bukan Sekadar Janji, Tapi Tanggung Jawab
 

Benyamin menegaskan bahwa peningkatan layanan publik bukan sekadar retorika, melainkan tanggung jawab yang akan terus diawasi dan dievaluasi.
 

“Pemerintah harus hadir, bekerja lebih cepat, dan melayani dengan hati. Tahun 2026 harus menjadi tahun perbaikan nyata, di mana masyarakat bisa merasakan perubahan dalam kualitas layanan publik,” ujarnya.
 

Menutup pernyataannya, Benyamin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus mengawal dan berpartisipasi aktif dalam perbaikan layanan publik.
 

“Dengan kebersamaan, pengawasan publik, dan kepercayaan masyarakat, saya yakin Kota Tangerang Selatan mampu bangkit dan menghadirkan layanan publik yang lebih baik, lebih adil, dan lebih bermartabat bagi seluruh warganya,” pungkasnya.rajamedia

Komentar: