804 Hektare Sawah Tergenang Banjir, Ketahanan Pangan Tangerang Terancam!
RMBANTEN.COM - Tangerang - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang mencatat sedikitnya 804 hektare sawah terendam banjir dan terancam gagal panen. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap ketahanan pangan daerah, menyusul genangan yang berlangsung cukup lama di sejumlah sentra pertanian.
Kepala Bidang Produksi Pangan dan Hortikultura DPKP Kabupaten Tangerang, Bambang, mengatakan data tersebut merupakan hasil pendataan terbaru hingga Selasa (20/1/2026).
“Hasil pendataan sementara, total sawah yang terdampak genangan banjir mencapai 804 hektare,” ujar Bambang melansir laman RRI, Rabu (21/1/2026).
Tersebar di 15 Kecamatan dan 39 Desa
Bambang menjelaskan, lahan pertanian yang terendam tersebar di 15 kecamatan, yakni Tigaraksa, Cisoka, Panongan, Jayanti, Balaraja, Sindang Jaya, Rajeg, Jambe, Sukadiri, Pakuhaji, Kronjo, Kresek, Kemiri, Mauk, dan Sukamulya.
Secara administratif, sawah terdampak berada di 39 desa. Sebagian besar merupakan lahan yang ditanami varietas padi inpari, ciherang, dan mekongga yang saat ini berada pada fase rawan terhadap genangan air.
Cisoka Terparah, Puluhan Hektare Puso
Salah satu wilayah dengan dampak terparah adalah Kecamatan Cisoka, khususnya Desa Carenang. “Di Desa Carenang saja, sekitar 107 hektare sawah terendam banjir,” ungkap Bambang.
Dari total lahan terdampak, sekitar 29 hektare di antaranya telah dinyatakan puso atau gagal panen akibat genangan yang terlalu lama. Kondisi ini dinilai berpotensi menekan produksi pangan lokal jika tidak segera dilakukan langkah penanganan dan pemulihan.
Pemkab Tetapkan Status Tanggap Darurat
Seiring meluasnya banjir, Pemerintah Kabupaten Tangerang menetapkan status tanggap darurat bencana. Penetapan ini dilakukan setelah banjir meluas hingga 24 kecamatan sejak terjadi pada Minggu (11/1/2026).
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, mengatakan status tanggap darurat ditetapkan berdasarkan evaluasi data dan luasan banjir yang terus bertambah. “Status tanggap darurat akan kita keluarkan karena potensi curah hujan masih tinggi dan luasan banjir terus berkembang,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).
Pemkab Tangerang menegaskan langkah ini diperlukan untuk mempercepat penanganan banjir sekaligus mengantisipasi dampak lanjutan, termasuk terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.![]()
Kaséhatan 5 hari yang lalu
Peristiwa | 5 hari yang lalu
Warta Banten | 2 hari yang lalu
Patandang | 3 hari yang lalu
Peristiwa | 3 hari yang lalu
Nagara | 5 hari yang lalu
Warta Banten | 1 hari yang lalu
Warta Banten | 1 hari yang lalu
Parlemen | 4 hari yang lalu
Hukum | 6 hari yang lalu
