Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

804 Hektare Sawah Tergenang Banjir, Ketahanan Pangan Tangerang Terancam!

Laporan: Firman
Rabu, 21 Januari 2026 | 08:59 WIB
Banjir di Kabupaten Tangerang - Dok RRI -
Banjir di Kabupaten Tangerang - Dok RRI -

RMBANTEN.COM - Tangerang - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang mencatat sedikitnya 804 hektare sawah terendam banjir dan terancam gagal panen. Kondisi ini memicu kekhawatiran terhadap ketahanan pangan daerah, menyusul genangan yang berlangsung cukup lama di sejumlah sentra pertanian.
 

Kepala Bidang Produksi Pangan dan Hortikultura DPKP Kabupaten Tangerang, Bambang, mengatakan data tersebut merupakan hasil pendataan terbaru hingga Selasa (20/1/2026). 
 

“Hasil pendataan sementara, total sawah yang terdampak genangan banjir mencapai 804 hektare,” ujar Bambang melansir laman RRI, Rabu (21/1/2026).
 

Tersebar di 15 Kecamatan dan 39 Desa
 

Bambang menjelaskan, lahan pertanian yang terendam tersebar di 15 kecamatan, yakni Tigaraksa, Cisoka, Panongan, Jayanti, Balaraja, Sindang Jaya, Rajeg, Jambe, Sukadiri, Pakuhaji, Kronjo, Kresek, Kemiri, Mauk, dan Sukamulya.
 

Secara administratif, sawah terdampak berada di 39 desa. Sebagian besar merupakan lahan yang ditanami varietas padi inpari, ciherang, dan mekongga yang saat ini berada pada fase rawan terhadap genangan air.
 

Cisoka Terparah, Puluhan Hektare Puso
 

Salah satu wilayah dengan dampak terparah adalah Kecamatan Cisoka, khususnya Desa Carenang. “Di Desa Carenang saja, sekitar 107 hektare sawah terendam banjir,” ungkap Bambang.
 

Dari total lahan terdampak, sekitar 29 hektare di antaranya telah dinyatakan puso atau gagal panen akibat genangan yang terlalu lama. Kondisi ini dinilai berpotensi menekan produksi pangan lokal jika tidak segera dilakukan langkah penanganan dan pemulihan.
 

Pemkab Tetapkan Status Tanggap Darurat
 

Seiring meluasnya banjir, Pemerintah Kabupaten Tangerang menetapkan status tanggap darurat bencana. Penetapan ini dilakukan setelah banjir meluas hingga 24 kecamatan sejak terjadi pada Minggu (11/1/2026).
 

Kepala BPBD Kabupaten Tangerang, Ahmad Taufik, mengatakan status tanggap darurat ditetapkan berdasarkan evaluasi data dan luasan banjir yang terus bertambah. “Status tanggap darurat akan kita keluarkan karena potensi curah hujan masih tinggi dan luasan banjir terus berkembang,” ujarnya, Rabu (14/1/2026).
 

Pemkab Tangerang menegaskan langkah ini diperlukan untuk mempercepat penanganan banjir sekaligus mengantisipasi dampak lanjutan, termasuk terhadap sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.rajamedia

Komentar: