Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Andra Soni Siap Perluas Akses Keuangan, UMKM Banten Jadi Prioritas

Laporan: Firman
Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06 WIB
Gubernur Banten Andra Soni saat mengikuti Rakornas TPAKD 2026 yang digelar OJK di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026). - Biro Adpimpro Banten -
Gubernur Banten Andra Soni saat mengikuti Rakornas TPAKD 2026 yang digelar OJK di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026). - Biro Adpimpro Banten -

RMBANTEN.COM — Jakarta — Gubernur Banten Andra Soni menyatakan kesiapan Pemerintah Provinsi Banten memperluas akses keuangan bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menargetkan penyaluran kredit untuk rakyat mencapai Rp400 triliun.
 

Komitmen tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2026 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis (22/10/2026).
 

Kredit Rakyat Didorong hingga Rp400 Triliun
 

Presiden Prabowo mendorong peningkatan penyaluran kredit agar manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari petani, nelayan, pedagang, hingga pelaku UMKM.
 

Andra Soni menilai perluasan akses pembiayaan menjadi langkah strategis untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.
 

"Semakin mudah akses keuangan yang mereka dapat, maka semakin produktif usaha yang dijalankan," ujar Andra Soni.
 

Cegah Masyarakat Terjerat Pinjol Ilegal
 

Meski mendorong kemudahan pembiayaan, Andra Soni menegaskan pentingnya literasi keuangan. Masyarakat harus memahami produk keuangan dan memperoleh layanan dari lembaga yang resmi serta kredibel.
 

"Masyarakat harus benar-benar mendapatkan akses dari lembaga keuangan yang kredibel, bukan dari pinjaman online (pinjol) ilegal," tegasnya.
 

Menurutnya, perluasan akses keuangan harus disertai edukasi agar masyarakat mampu mengambil keputusan keuangan secara bijak dan memperoleh kepastian hukum.
 

Perkuat Kolaborasi dan Literasi Keuangan
 

Untuk mewujudkan ekosistem keuangan yang sehat, Andra Soni mengajak OJK, Bank Indonesia Provinsi Banten, perguruan tinggi, serta seluruh pemangku kepentingan memperkuat edukasi keuangan di tengah masyarakat.
 

Kolaborasi tersebut diharapkan memperluas pemanfaatan layanan keuangan formal, sekaligus membuka peluang pembiayaan yang lebih produktif bagi UMKM dan kelompok masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses.
 

Prabowo Resmikan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan
 

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Prabowo meresmikan pembentukan Dewan Nasional Kesejahteraan Keuangan (DNKK). Lembaga ini merupakan transformasi dari Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI).
 

Pembentukan DNKK ditujukan untuk memperkuat inklusi dan literasi keuangan nasional, sehingga akses terhadap layanan keuangan dapat semakin luas dan manfaatnya dirasakan oleh masyarakat.
 

Bagi Banten, perluasan akses pembiayaan yang dibarengi literasi keuangan menjadi peluang untuk memperkuat UMKM, meningkatkan produktivitas usaha, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih merata.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: