Kementerian UMKM Pulihkan Usaha 908 Pengusaha Terdampak Bencana di Sumatera
RMBANTEN.COM – Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memfasilitasi pemulihan usaha bagi 908 pengusaha UMKM terdampak bencana di Sumatera Barat dan Sumatera Utara. Program ini mencakup penguatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar, serta kemudahan akses pembiayaan untuk mendorong kebangkitan ekonomi masyarakat pascabencana.
Program yang dijalankan melalui Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM tersebut melibatkan 638 pengusaha UMKM di Sumatera Barat dan 270 pengusaha UMKM di Sumatera Utara.
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Riza Damanik, menegaskan bahwa pemulihan usaha tidak cukup hanya mengembalikan aktivitas bisnis seperti sebelum bencana. Lebih dari itu, pengusaha perlu dibekali kemampuan untuk menghadapi tantangan dan memanfaatkan peluang ekonomi.

"Pemulihan UMKM terdampak bencana di Sumatera kami lakukan secara terintegrasi melalui penguatan kapasitas produksi, perluasan akses pasar, dan kemudahan akses pembiayaan," ujar Riza dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (16/10/2026).
Tiga Pilar untuk Bangkitkan Usaha
Menurut Riza, pendekatan terintegrasi diperlukan agar pengusaha UMKM tidak hanya mampu mempertahankan keberlangsungan usaha, tetapi juga memiliki fondasi bisnis yang lebih tangguh, adaptif, dan berdaya saing.
Untuk mendukung upaya tersebut, Kementerian UMKM mengoptimalkan ekosistem kewirausahaan daerah, termasuk pemanfaatan sarana pendukung dan layanan digital yang memudahkan pengusaha memperoleh informasi serta pendampingan.
"Program pemulihan ini diharapkan menjadi momentum untuk meningkatkan daya saing UMKM sekaligus membangun ketahanan usaha. Kami juga mengoptimalkan layanan SAPA UMKM sebagai pintu akses utama bagi wirausaha untuk memperoleh informasi, pendampingan, dan berbagai fasilitasi pengembangan usaha," katanya.
Melalui program ini, pengusaha mendapatkan pendampingan untuk memperkuat kapasitas produksi, memperluas jaringan pemasaran, serta meningkatkan kesiapan dalam mengakses pembiayaan formal.
Sumatera Barat Libatkan 638 Pengusaha UMKM
Di Sumatera Barat, program pemulihan dilaksanakan di Bukittinggi pada Kamis (15/10/2026), dengan melibatkan 638 pengusaha UMKM dari sejumlah daerah.
Pelaksanaan program mencakup tiga pilar utama, yakni Kemudahan Akses Pembiayaan Wirausaha bagi 219 UMKM, Peningkatan Kapasitas Wirausaha bagi 255 UMKM, serta Peningkatan Akses Pasar Wirausaha bagi 164 UMKM.
Para peserta berasal dari Kabupaten Agam sebanyak 304 UMKM, Kabupaten Pasaman 124 UMKM, Kabupaten Pasaman Barat 123 UMKM, dan Kabupaten Lima Puluh Kota 87 UMKM.
Melalui ketiga pilar tersebut, peserta memperoleh pelatihan pola pikir kewirausahaan, peningkatan ketangguhan usaha, penguatan kemampuan adaptasi dan digitalisasi, hingga strategi optimalisasi transaksi melalui Katalog Elektronik serta fasilitasi inkubasi bisnis.
Pendampingan ini diharapkan membantu para pengusaha menata kembali kegiatan produksi, meningkatkan kemampuan pengelolaan usaha, dan menjangkau pasar yang lebih luas setelah mengalami gangguan akibat bencana.
Sumatera Utara Libatkan 270 Pengusaha
Sementara itu, program pemulihan di Sumatera Utara dilaksanakan pada Jumat (16/10/2026) dengan melibatkan 270 pengusaha UMKM terdampak bencana.
Peserta berasal dari tiga daerah, yakni Kota Padangsidimpuan sebanyak 86 UMKM, Kabupaten Mandailing Natal 84 UMKM, dan Kabupaten Tapanuli Selatan 100 UMKM.
Keterlibatan pengusaha dari ketiga daerah tersebut menunjukkan upaya masyarakat untuk kembali menggerakkan aktivitas ekonomi sekaligus memanfaatkan pendampingan guna membangun usaha yang lebih tangguh.
Melalui program ini, para pengusaha diharapkan dapat memperkuat kemampuan pengelolaan bisnis, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperluas jangkauan pemasaran.
Dorong UMKM Lebih Tangguh dan Bankable
Kementerian UMKM berupaya memastikan pemulihan usaha tidak berhenti pada bantuan jangka pendek. Program tersebut diarahkan pada penguatan kapasitas produksi, perluasan jaringan pemasaran, dan peningkatan kesiapan pengusaha dalam mengakses pembiayaan formal.
Selain membantu UMKM kembali produktif, upaya ini juga ditujukan untuk meningkatkan kelayakan usaha agar lebih bankable, sehingga pengusaha memiliki peluang lebih besar memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan.
Dengan pendekatan terintegrasi tersebut, pengusaha UMKM terdampak bencana di Sumatera Barat dan Sumatera Utara diharapkan dapat kembali mengembangkan usahanya, menjaga keberlangsungan mata pencaharian, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.
Pemulihan UMKM menjadi bagian penting dalam membangun ketahanan ekonomi masyarakat pascabencana sekaligus menjaga agar potensi kewirausahaan lokal tetap tumbuh di tengah berbagai tantangan.
RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.![]()
Pulitik Jero 6 hari yang lalu
Pamenteun | 3 hari yang lalu
Patandang | 2 hari yang lalu
Warta Banten | 1 hari yang lalu
Pulitik Jero | 1 minggu yang lalu
Parlemen | 6 hari yang lalu
Hukum | 5 hari yang lalu
Pamenteun | 5 hari yang lalu
Pulitik Jero | 4 hari yang lalu
Parlemen | 20 jam yang lalu