Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Wabup Tangerang Dorong Mahasiswa Kuasai Teknologi, Etika Jangan Dilupakan!

Laporan: Firman
Minggu, 09 Agustus 2026 | 12:28 WIB
Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah  - Prokopim Tangerang -
Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah - Prokopim Tangerang -

RMBANTEN.COM – Tangerang - Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah mengingatkan mahasiswa agar tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, integritas, etika, dan kesadaran hukum di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.
 

Pesan tersebut disampaikan Intan saat menghadiri Kuliah Umum sekaligus Pelepasan Mahasiswa Lulusan Tahun Akademik 2025/2026 Tanri Abeng University Kampus Tangerang yang digelar bersama Politeknik Ismet Iskandar Indonesia, Sabtu (8/8/2026).
 

Menurut Intan, kemampuan akademik harus berjalan beriringan dengan karakter kuat agar generasi muda mampu menggunakan teknologi secara bertanggung jawab.
 

“Saya ingin seluruh mahasiswa ini menjadi generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat, menjunjung tinggi etika, bertanggung jawab dalam menggunakan teknologi, serta mampu memahami bahwa kebebasan berekspresi harus tetap berada dalam koridor hukum dan nilai-nilai moral,” tegasnya.
 

Ruang Digital Punya Manfaat dan Risiko
 

Intan mengatakan perkembangan teknologi informasi telah memberikan kemudahan dalam berbagai aspek kehidupan, mulai dari pendidikan, pekerjaan, komunikasi hingga kewirausahaan.
 

Namun, kemudahan tersebut juga membawa tantangan yang tidak bisa diabaikan.
 

Ia menyoroti berbagai persoalan di ruang digital, seperti penyebaran hoaks, ujaran kebencian, penyalahgunaan media sosial, hingga pelanggaran hukum.
 

“Di balik berbagai kemudahan tersebut, terdapat tantangan yang tidak ringan, mulai dari penyebaran hoaks, ujaran kebencian, penyalahgunaan media sosial, hingga berbagai bentuk pelanggaran hukum di ruang digital,” ujarnya.
 

Karena itu, mahasiswa sebagai kelompok yang sangat dekat dengan perkembangan teknologi dituntut memiliki kemampuan literasi digital sekaligus kematangan dalam menggunakannya.
 

Mahasiswa Harus Jadi Agen Perubahan
 

Intan menegaskan kemajuan suatu daerah tidak cukup hanya diukur melalui pembangunan infrastruktur.
 

Kualitas sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam menentukan daya saing daerah di masa depan.
 

Pemerintah Kabupaten Tangerang, kata dia, terus mendorong lahirnya SDM yang mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan akhlak, integritas, dan semangat gotong royong.
 

“Mahasiswa sebagai generasi muda sekaligus agen perubahan memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan bangsa,” ungkap Intan.
 

Ia meminta mahasiswa memanfaatkan ruang digital sebagai sarana untuk menyebarkan informasi, gagasan, dan karya yang memberikan dampak positif.
 

Lulus Bukan Akhir Perjalanan
 

Kepada para mahasiswa yang dilepas, Intan berpesan agar kelulusan tidak dipandang sebagai akhir perjalanan pendidikan.
 

Sebaliknya, kelulusan merupakan awal bagi para sarjana untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh bagi masyarakat, dunia usaha, pemerintahan maupun sektor lainnya.
 

“Teruslah belajar, berkarya, dan berinovasi. Jadilah lulusan yang mampu bersaing secara global, namun tetap memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitar serta membawa nama baik almamater, keluarga, dan daerah,” pesannya.

Intan berharap kegiatan yang mengangkat tema “Membentuk Mahasiswa Berkarakter di Era Digital: Etika, Kebebasan Berekspresi, dan Ketaatan Hukum” tersebut menjadi momentum memperkuat sinergi dunia pendidikan dalam menyiapkan generasi yang adaptif sekaligus berintegritas.
 

AI Harus Dipakai Bijak
 

Sementara itu, Pendiri Politeknik Ismet Iskandar Indonesia Zaki Iskandar mengatakan transformasi digital telah membawa perubahan besar terhadap kehidupan, termasuk sektor pendidikan dan dunia kerja.
 

Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali literasi digital, etika bermedia sosial, kesadaran hukum, serta kemampuan berekspresi secara bertanggung jawab.
 

Zaki juga menyoroti penggunaan kecerdasan buatan (AI) yang semakin berkembang di kalangan mahasiswa.
 

“Generasi muda perlu dipersiapkan untuk menghadapi transformasi digital dengan tetap menjaga etika, nilai kemanusiaan dan tanggung jawab moral,” ujarnya.
 

Ia mengingatkan penggunaan AI harus dilakukan secara bijak agar teknologi tidak menghilangkan esensi kreativitas dan nilai kemanusiaan dalam karya mahasiswa.
 

Menurutnya, teknologi semestinya menjadi alat untuk memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikan proses berpikir, kreativitas, dan tanggung jawab moral.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: