Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Resmi Gantikan Purbaya, Nazara: APBN Harus Sehat dan Berdampak Nyata bagi Rakyat

Laporan: Raja Media Network
Senin, 14 September 2026 | 21:20 WIB
Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan keterangan pers usai dilantik Presiden Prabowo mwnggantikan Purbaya Yudhi Sadewa - BPMI Setpres -
Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan keterangan pers usai dilantik Presiden Prabowo mwnggantikan Purbaya Yudhi Sadewa - BPMI Setpres -

RMBANTEN.COM – Jakarta – Menteri Keuangan Suahasil Nazara menegaskan komitmennya untuk menjaga kesehatan dan kredibilitas keuangan negara sekaligus memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mampu menjadi instrumen utama dalam menjalankan program-program prioritas pemerintah.
 

Hal itu disampaikan Suahasil seusai dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih untuk sisa masa jabatan 2024–2029 di Istana Negara, Jakarta, Senin (14/9/2026).
 

Pesan Prabowo: Keuangan Negara Harus Sehat
 

Suahasil mengatakan, Presiden Prabowo memberikan arahan khusus agar pengelolaan keuangan negara tetap berada dalam kondisi sehat sekaligus memiliki kredibilitas yang kuat.
 

“Arahan khusus dari Bapak Presiden adalah untuk menjaga keuangan negara, artinya menjaga kesehatannya, menjaga kredibilitas dari keuangan negara tersebut,” ungkap Suahasil.
 

Menurutnya, APBN tidak hanya harus mampu membiayai program pemerintah, tetapi juga harus dikelola dengan prinsip kehati-hatian sehingga tetap dipercaya masyarakat dan pelaku ekonomi.
 

APBN Harus Mendukung Program Prioritas
 

Suahasil menegaskan APBN merupakan bagian penting dari keuangan negara yang harus mampu menerjemahkan agenda prioritas pemerintah ke dalam program yang memberikan dampak nyata.
 

“APBN sebagai bagian dari keuangan negara harus bisa menjalankan program-program prioritas pemerintah,” lanjutnya.

Karena itu, ia menekankan APBN harus sehat sekaligus kredibel. Kepercayaan terhadap APBN menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
 

Defisit Tetap di Bawah 3 Persen
 

Dalam menjalankan kebijakan fiskal, Suahasil memastikan pemerintah tetap menjaga disiplin anggaran.
 

Salah satu komitmen yang ditegaskannya adalah menjaga defisit APBN tetap berada di bawah batas 3 persen.


“Defisit akan tetap di bawah 3 persen,” tegas Suahasil.
 

Komitmen tersebut menunjukkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan pembiayaan program pemerintah dengan keberlanjutan kesehatan fiskal negara.
 

Efisiensi Bukan Sekadar Pangkas Anggaran
 

Suahasil juga memberikan penekanan khusus terhadap agenda efisiensi APBN. Menurutnya, efisiensi tidak boleh diterjemahkan secara sederhana sebagai pemotongan belanja.
 

Yang lebih penting adalah bagaimana anggaran yang tersedia dapat menghasilkan keluaran maksimal dan manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.


“Efisiensi itu bukan hanya sekadar potong belanja. Efisiensi itu adalah menggunakan belanja yang ada untuk menghasilkan output yang maksimal, yang kemudian bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.
 

Dengan pendekatan tersebut, efisiensi diharapkan tidak mengurangi efektivitas program pemerintah, tetapi justru meningkatkan kualitas penggunaan uang negara.
 

Bangun Komunikasi Publik yang Kredibel
 

Selain kebijakan fiskal, Suahasil menilai komunikasi publik menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan terhadap pengelolaan keuangan negara.
 

Ia memastikan Kementerian Keuangan akan terus menjalankan APBN secara transparan dan membangun komunikasi yang dapat dipercaya masyarakat.


“Prioritasnya adalah menjalankan APBN yang kredibel. Jadi saya akan terus menjalankan APBN yang dapat dipercaya, komunikasi publik yang dapat dipercaya,” ujarnya.
 

Menurut Suahasil, kepercayaan publik menjadi modal penting agar kebijakan APBN dapat dipahami dan mendapat dukungan masyarakat.
 

Transisi Kemenkeu Dipastikan Berjalan
 

Mengemban amanah baru sebagai Menteri Keuangan, Suahasil juga memastikan proses transisi di lingkungan Kementerian Keuangan akan dikoordinasikan dengan baik.
 

Langkah tersebut diperlukan agar pengelolaan keuangan negara tidak mengalami gangguan dan berbagai program prioritas pemerintah tetap berjalan secara berkesinambungan.
 

Kini, tantangan Suahasil bukan hanya menjaga kesehatan fiskal, tetapi juga memastikan setiap rupiah dalam APBN mampu menghasilkan manfaat maksimal bagi masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: