Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Saan Soroti Rupiah Rp18 Ribu! Desak Pemerintah Gerak Cepat

Laporan: Raja Media Network
Jumat, 05 Juni 2026 | 07:10 WIB
Foto ilustrasi - RMN -
Foto ilustrasi - RMN -

RMBANTEN.COM — Jakarta, Legislator — Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat makin mengkhawatirkan. Wakil Ketua DPR RI Saan Mustopa meminta pemerintah bergerak cepat dan serius untuk menahan tekanan terhadap rupiah yang terus melemah di tengah gejolak ekonomi global.
 

Menurut Saan, langkah pengendalian harus dilakukan sejak sekarang agar target nilai tukar rupiah pada 2027 bisa tercapai sesuai asumsi pemerintah.
 

“Tentu saya yakin pemerintah dalam hal ini kementerian-kementerian terkait sudah dan akan terus berupaya. Upaya tersebut dilakukan agar tren turunnya nilai tukar rupiah ini tidak semakin dalam,” kata Saan dalam konferensi pers di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (4/6/2026).
 

Rupiah Ditargetkan di Kisaran Rp16.800–Rp17.500
 

Saan mengingatkan pemerintah telah menetapkan asumsi nilai tukar rupiah dalam kerangka ekonomi makro tahun 2027. Dalam proyeksi tersebut, rupiah dipatok berada di kisaran Rp16.800 hingga Rp17.500 per dolar AS.

Namun menurutnya, target itu tidak akan tercapai jika tekanan terhadap rupiah dibiarkan tanpa langkah pengendalian yang serius dan konsisten.
 

“Untuk bisa mewujudkan di tahun 2027 nilai tukar rupiah ada di kisaran itu, maka upaya yang terjadi hari ini harus benar-benar ditangani secara serius oleh seluruh otoritas yang memang bertanggung jawab,” tegas politisi Partai NasDem tersebut.
 

Rupiah Melemah, IHSG Ikut Terkoreksi
 

Sebelumnya, nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menyentuh level Rp18.015 per dolar AS pada perdagangan Rabu (4/6/2026).
 

Pelemahan tersebut terjadi bersamaan dengan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di tengah meningkatnya ketidakpastian pasar global.
 

Situasi itu memicu kekhawatiran pelaku pasar terhadap stabilitas ekonomi nasional, terutama terkait inflasi, investasi, hingga daya beli masyarakat.
 

DPR Minta Pemerintah Solid Jaga Stabilitas
 

Saan menilai seluruh otoritas ekonomi, mulai dari kementerian terkait, Bank Indonesia, hingga lembaga keuangan lainnya harus bergerak solid menjaga stabilitas ekonomi nasional.
 

Ia menegaskan, pelemahan rupiah bukan sekadar persoalan angka kurs, tetapi juga menyangkut kepercayaan pasar terhadap ekonomi Indonesia.
 

Karena itu, pemerintah diminta segera mengambil langkah strategis agar tekanan terhadap rupiah tidak semakin dalam dan berdampak luas terhadap perekonomian nasional.rajamedia

Komentar: