Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Ramai-ramai Ikut Kebijakan Dedi Mulyadi

Oleh: H. Dede Zaki Mubarok
Jumat, 04 April 2025 | 06:06 WIB
Ilustrasi Dedi Mulyadi ketika berbaur deng masyarakat -
Ilustrasi Dedi Mulyadi ketika berbaur deng masyarakat -

RMBANTEN.COM - DULU ditertawakan. Sekarang ditiru.
 

Dedi Mulyadi tidak pernah berubah. Gayanya tetap nyeleneh. Pakai iket kepala. Duduk di mana saja. Bicara dengan siapa saja. Bantu orang tanpa birokrasi yang ribet.
 

Tapi dulu, banyak yang meremehkan. Dibilang pencitraan. Gaya kampungan. Tidak sistematis.
 

Sekarang?
 

Banyak yang meniru.
 

Gaya yang Dekat dengan Rakyat
 

Bupati, wali kota, bahkan gubernur mulai turun ke lapangan.
 

Dulu, pemimpin daerah lebih sering di ruang rapat. Sekarang, mereka lebih sering di warung kopi. Lebih sering masuk kampung. Lebih sering mendengar langsung keluhan warga.
 

Ada yang benar-benar terinspirasi. Ada yang sekadar ikut tren.
 

Dedi Mulyadi tidak punya teori rumit soal kebijakan publik. Baginya, kalau ada orang miskin butuh bantuan, ya bantu. Kalau ada warga susah, ya turun langsung.
 

Tidak pakai banyak kajian. Tidak menunggu anggaran disetujui.
 

Dulu Dianggap Lebay, Sekarang Jadi Contoh
 

Dulu, orang melihat Dedi hanya sebagai sosok yang suka blusukan dan bagi-bagi uang di media sosial.
 

Sekarang, orang mulai sadar.
 

Metodenya efektif. Masalah cepat selesai. Birokrasi tidak berbelit.
 

Yang lebih penting: rakyat merasa dekat dengan pemimpinnya.
 

Maka, tidak heran kalau banyak kepala daerah ikut-ikutan.
 

Mulai dari yang benar-benar niat, sampai yang sekadar cari sorotan kamera.
 

Meniru Itu Mudah, Tulus Itu Susah
 

Siapa pun bisa meniru gaya Dedi Mulyadi.
 

Pakai baju sederhana. Duduk di warung kopi. Blusukan ke pasar.
 

Tapi apakah mereka juga benar-benar mendengar rakyat? Apakah mereka turun ke lapangan karena peduli, atau hanya ingin viral?
 

Meniru gaya itu mudah. Tapi meniru ketulusan, tidak semua bisa.
 

Dan rakyat, selalu tahu mana yang sungguh-sungguh, mana yang sekadar pencitraan.rajamedia

Komentar:
BERITA LAINNYA
Ilustrasi lebaran 1446 H - Foto: Istimewa/RMB -
Kampung Halaman
Kamis, 03 April 2025
Ilustrasii -
Hari Baru, Janji Lama
Rabu, 02 April 2025
Ilustrasi suasana salat Ied di lingkungan Komplek - Dok Redaksi -
Kemenangan atau Sekadar Perayaan?
Sabtu, 29 Maret 2025
---
Dzikir, Doa, dan Sibuk di Mal
Rabu, 26 Maret 2025