Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Ketua DPR RI Desak Pemerintah "Gercep" Tangani Dampak Erupsi Anak Krakatau

Laporan: Raja Media Network
Selasa, 08 September 2026 | 23:19 WIB
Ketua DPR RI Puan Maharani - Humas DPR -
Ketua DPR RI Puan Maharani - Humas DPR -

RMBANTEN.COM — Jakarta — Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah bergerak cepat dan terpadu menangani dampak erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK). Keselamatan dan perlindungan masyarakat, ditegaskan Puan, harus menjadi prioritas utama.
 

Erupsi GAK telah berdampak pada sejumlah sektor, mulai dari kesehatan, pendidikan, transportasi hingga aktivitas ekonomi masyarakat.
 

Keselamatan Rakyat Jadi Prioritas
 

Puan meminta pemerintah pusat dan daerah memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terdampak terpenuhi.
 

“Pemerintah perlu bergerak cepat dan terpadu dalam menghadapi dampak erupsi Gunung Anak Krakatau yang telah memengaruhi kesehatan, pendidikan, transportasi, dan kegiatan ekonomi masyarakat di sejumlah wilayah,” ujar Puan dalam keterangannya, dikutip Selasa (8/9/2026).
 

Ia menekankan koordinasi antarkementerian, lembaga, dan pemerintah daerah harus diperkuat agar penanganan berjalan menyeluruh.
 

“Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama. Pemerintah melalui kementerian/lembaga terkait juga harus memastikan setiap kebutuhan masyarakat terdampak dapat terfasilitasi,” tegasnya.
 

Abu Vulkanik Ancam Kesehatan
 

Puan juga menyoroti sebaran abu vulkanik yang dapat mengganggu kualitas udara dan kesehatan masyarakat.
 

Pemerintah diminta memastikan ketersediaan masker serta kesiapan fasilitas kesehatan di wilayah terdampak. Paparan abu dapat memicu iritasi mata, batuk, hingga gangguan pernapasan.
 

“Bencana memang tidak dapat dicegah, tetapi dampak yang disebabkan terhadap rakyat dapat diminimalisir dengan kehadiran Negara yang lebih cepat,” ucap Puan.
 

Warga Harus Tahu Jalur Aman
 

Selain kesehatan, Puan meminta pemerintah memastikan warga di kawasan berisiko memperoleh informasi dan perlindungan yang jelas, termasuk langkah yang harus dilakukan apabila aktivitas GAK meningkat.
 

“Bagaimana warga di kawasan berisiko dapat segera mencapai tempat aman. Masyarakat terdampak memperoleh perlindungan kesehatan, penumpang memperoleh kepastian perjalanan, dan anak-anak tetap mendapatkan pendidikan,” ujarnya.
 

Informasi Resmi Harus Diperkuat
 

Puan juga mendorong pemerintah rutin menyampaikan perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
 

Informasi yang cepat dan akurat dinilai penting untuk meningkatkan kesiapsiagaan sekaligus mencegah masyarakat terpengaruh informasi yang belum terverifikasi.
 

“Edukasi dan sosialisasi dalam menghadapi bencana kegunungapian harus semakin ditingkatkan. Khususnya mengenai dampak kesehatan kepada masyarakat akibat sebaran abu vulkanik,” katanya.
 

Ukuran Keberhasilan: Beban Rakyat Berkurang
 

Menurut Puan, keberhasilan penanganan bencana tidak cukup hanya diukur dari menurunnya aktivitas gunung atau kembali dibukanya bandara.
 

“Keberhasilan penanganan tidak cukup diukur dari menurunnya aktivitas gunung atau dibukanya kembali bandara. Tetapi dari seberapa kecil korban, kerugian, dan beban yang harus ditanggung rakyat,” tegasnya.
 

Puan mengimbau masyarakat tetap tenang, mengikuti informasi dari pemerintah dan kanal resmi terkait aktivitas GAK, serta menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: