Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Punya Rekam Jejak Lengkap! Prof Nasar Digadang Jadi Ketum PBNU

Laporan: Raja Media Network
Kamis, 16 Juli 2026 | 21:00 WIB
Fot ilustrasi - RMN -
Fot ilustrasi - RMN -

RMBANTEN.COM — Jakarta, Polkam — Bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mulai menghangat menjelang Muktamar. Salah satu nama yang kini disebut memiliki peluang besar memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia adalah Menteri Agama Prof. KH Nasaruddin Umar.
 

Sinyal itu disampaikan langsung oleh Sekretaris Jenderal PBNU, Saifullah Yusuf (Gus Ipul). Menurutnya, rekam jejak Prof Nasaruddin Umar di lingkungan PBNU menjadi salah satu modal penting yang membuat namanya masuk dalam radar calon kuat Ketua Umum PBNU.
 

Pernyataan tersebut disampaikan Gus Ipul usai mengikuti apel kesiapan Pondok Pesantren Al Falah Ploso, Kediri, Jawa Timur, sebagai tuan rumah Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026.

Jejak Katib Aam Jadi Modal Besar
 

Gus Ipul menilai, sejarah kepemimpinan PBNU menunjukkan adanya pola yang berulang.
 

Dalam sekitar empat dekade terakhir, sejumlah Ketua Umum PBNU memiliki kesamaan, yakni pernah menjabat sebagai Katib Aam PBNU sebelum dipercaya memimpin organisasi.
 

"Beliau salah satu yang berpotensi. Kalau kita lihat sejak zaman Gus Dur, paling tidak 40 tahun terakhir ini, tiga Ketua Umum sebelumnya pernah menjadi Katib Aam," kata Gus Ipul.
 

Ia menyebut KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), KH Said Aqil Siroj, hingga KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) sama-sama pernah menduduki posisi Katib Aam sebelum terpilih menjadi Ketua Umum PBNU.
 

Menurutnya, Prof Nasaruddin Umar juga memiliki rekam jejak yang sama.
 

"Prof Nasaruddin Umar ini juga pernah menjadi Katib Aam," ujarnya.
 

Tak Hanya Katib Aam
 

Meski demikian, Gus Ipul menegaskan bahwa jalur menuju kursi Ketua Umum PBNU tidak hanya berasal dari posisi Katib Aam.
 

Ia mengingatkan, sejarah juga mencatat tokoh seperti KH Idham Chalid yang menjadi Ketua Umum setelah menjabat Sekjen PBNU.
 

Begitu pula KH Hasyim Muzadi, yang sebelumnya memimpin PWNU Jawa Timur sebelum akhirnya dipercaya memimpin PBNU.
 

"Kalau kita lihat statistik, yang pernah jadi Sekjen itu ada potensi. Yang pernah jadi Ketua PWNU Jawa Timur juga berpotensi. Yang pernah jadi Katib Aam juga berpotensi," jelasnya.
 

Gus Ipul Tegas Tak Mau Maju
 

Di tengah munculnya berbagai spekulasi, Gus Ipul memastikan dirinya tidak akan ikut dalam kontestasi Ketua Umum PBNU.
 

Ia menegaskan telah menutup pintu bagi pencalonan dirinya, baik mencalonkan diri maupun dicalonkan.

"Saya Sekjen, tapi saya sudah menyatakan dengan jelas, saya tidak mencalonkan diri dan tidak mau dicalonkan. Dua-duanya tidak," tegasnya.
 

Nama Prof Nasar Mulai Ramai Dibicarakan
 

Gus Ipul mengakui, nama Prof Nasaruddin Umar memang mulai sering muncul dalam berbagai komunikasi dengan pengurus NU di sejumlah daerah.
 

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa semua keputusan tetap berada di tangan peserta Muktamar.
 

"Waktu saya keliling ke beberapa daerah, Prof Nasar memang disebut-sebut. Tapi selebihnya nanti tergantung Muktamar," pungkasnya.
 

Bursa Ketua Umum PBNU pun diperkirakan akan semakin dinamis menjelang pelaksanaan Muktamar, seiring mulai menguatnya berbagai nama yang dinilai memiliki kapasitas dan rekam jejak panjang di tubuh Nahdlatul Ulama.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tajam, Terpercaya.rajamedia

Komentar: