Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Pemkab Tangerang Siaga Lebaran, Operasi Ketupat Maung 2026 Libatkan Lintas Sektor

Laporan: Firman
Jumat, 06 Maret 2026 | 09:43 WIB
Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah saat menghadiri Rakor Lintas Sektoral persiapan pengamanan Idul Fitri 1447 H dalam rangka Operasi Ketupat Maung 2026 di Aula Parama Satwika Polresta Tangerang, Kamis (5/3/2026). - Dok Pemkot Tangerang -
Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah saat menghadiri Rakor Lintas Sektoral persiapan pengamanan Idul Fitri 1447 H dalam rangka Operasi Ketupat Maung 2026 di Aula Parama Satwika Polresta Tangerang, Kamis (5/3/2026). - Dok Pemkot Tangerang -

RMBANTEN.COM - Tangerang — Pemerintah Kabupaten Tangerang menegaskan kesiapan menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat saat libur Lebaran. Kunci pengamanan Idul Fitri tahun ini adalah kolaborasi lintas sektor.
 

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah saat menghadiri Rapat Koordinasi Lintas Sektoral persiapan pengamanan Idul Fitri 1447 H dalam rangka Operasi Ketupat Maung 2026 di Aula Parama Satwika Polresta Tangerang, Kamis (5/3/2026).
 

Menurut Intan, pengamanan Lebaran tidak bisa dilakukan secara parsial oleh satu institusi saja. Semua unsur harus terhubung dan bekerja dalam satu sistem pelayanan kepada masyarakat.
 

“Pengamanan Lebaran tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri. Semua unsur harus terkoneksi dan terkoordinasi. Kita bekerja dalam satu napas yang sama, yaitu napas pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
 

Negara Harus Hadir Saat Masyarakat Butuh
 

Intan menekankan bahwa masyarakat tidak melihat batas kewenangan antarinstansi. Yang mereka harapkan adalah kehadiran negara saat dibutuhkan.
 

Karena itu, seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, dan lembaga terkait harus bersikap responsif, informatif, dan humanis dalam melayani masyarakat.
 

“Bagi masyarakat, pemerintah itu satu. Mereka tidak lagi melihat ini kewenangan siapa atau tugas siapa. Yang mereka inginkan hanya satu: negara hadir ketika mereka membutuhkan rasa aman dan nyaman,” ujar Intan melansir laman Pemkab Tangerang.
 

Cuaca Ekstrem Jadi Perhatian
 

Selain mobilitas masyarakat yang meningkat, Pemkab Tangerang juga mewaspadai potensi cuaca ekstrem.
 

Hujan lebat, angin kencang, hingga ancaman banjir dan longsor di beberapa titik menjadi perhatian serius menjelang Lebaran.
 

Intan meminta seluruh pihak memperkuat koordinasi dan mitigasi, terutama di jalur rawan kecelakaan, kawasan pesisir, serta daerah yang berpotensi terdampak bencana.
 

“Jika ada kendala di lapangan segera koordinasi. Jika ada potensi kerawanan, segera mitigasi bersama. Jangan sampai ada ego sektoral,” tegasnya.
 

Operasi Ketupat Maung Digelar 13 Hari
 

Sementara itu, Kapolresta Tangerang Andi M. Indra Waspada menjelaskan bahwa Operasi Ketupat Maung 2026 akan berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
 

Puncak arus mudik diperkirakan terjadi pada 13–17 Maret, sedangkan arus balik diprediksi berlangsung pada 24–28 Maret.
 

Idul Fitri sendiri diperkirakan jatuh pada 20–21 Maret 2026 dengan masa libur sekolah mulai 16 hingga 29 Maret 2026.
 

“Lonjakan mobilitas masyarakat dipastikan terjadi di jalur tol, jalan arteri, stasiun, pusat perbelanjaan, tempat ibadah hingga lokasi wisata,” kata Andi.
 

Enam Pos Pengamanan Disiapkan
 

Untuk mendukung pengamanan, aparat menyiapkan enam titik utama pelayanan dan pengamanan.
 

Beberapa di antaranya Pos Terpadu Citra Raya, Pos Pelayanan Rest Area KM 43 dan KM 45, Pos Pengamanan Pasar Gembong, serta Pos Pam Batavia Pasar Kemis.
 

Selain itu, pos pantau juga disiagakan di sejumlah lokasi wisata dan pusat keramaian.
 

Sebanyak 184 personel kepolisian akan diterjunkan setiap hari dengan dukungan sarana seperti ambulans, kendaraan patroli, CCTV, drone, hingga layanan hotline 110.
 

Ribuan Masjid dan Jalur Mudik Diamankan
 

Pengamanan juga difokuskan pada berbagai titik vital selama Lebaran.
 

Di antaranya 1.071 masjid, 471 lokasi salat Id, delapan pusat perbelanjaan atau pasar, tiga stasiun kereta api, lima terminal atau pool bus, dua rest area utama, serta sejumlah jalur rawan macet dan kecelakaan.
 

Operasi ini juga mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan seperti kejahatan 3C (curanmor, curat, dan curas), premanisme, penimbunan bahan pokok, peredaran petasan dan minuman keras, hingga potensi konflik sosial.
 

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Tangerang, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, perwakilan PT Kereta Api Indonesia, pengelola Jalan Tol Jakarta–Merak, Jasa Raharja, serta berbagai instansi terkait lainnya.rajamedia

Komentar: