Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

OJK Apresiasi Kinerja Bank Banten, Andra Soni Minta Pengawalan Ketat!

Laporan: Firman
Senin, 19 Januari 2026 | 19:40 WIB
Gubernur Banten Andra Soni bersama Anggota Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi - Biro Adpimpro Banten -
Gubernur Banten Andra Soni bersama Anggota Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi - Biro Adpimpro Banten -

RMBANTEN.COM - Serang – Gubernur Banten Andra Soni menerima kunjungan kerja Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen Friderica Widyasari Dewi beserta jajaran di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Senin (19/1/2026). 
 

Pertemuan tersebut menjadi momentum penguatan sinergi pembinaan PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) sekaligus akselerasi literasi keuangan untuk menopang pertumbuhan ekonomi daerah.
 

Dalam pertemuan itu, Pemerintah Provinsi Banten dan OJK sepakat memperkuat pengawasan yang konstruktif serta mendorong transformasi Bank Banten agar semakin produktif dan berdaya saing.
 

Bank Banten Didorong Naik Kelas
 

Gubernur Andra Soni menegaskan komitmen Pemprov Banten agar Bank Banten terus tumbuh sebagai entitas bisnis yang sehat dan membanggakan masyarakat.
 

“Saat ini Bank Banten tumbuh dan berkembang sesuai harapan. Kami berharap OJK terus membina dan mengawal, agar ke depan Bank Banten bertransformasi dari sekadar identitas menjadi produktivitas yang berkualitas,” ujar Andra Soni melansir laman bantenprov.go.id.
 

Ia menilai pendampingan OJK sangat krusial agar tata kelola dan kinerja bank daerah semakin profesional serta mampu menjadi motor penggerak ekonomi Banten.
 

Kinerja Positif, Aset Tembus Rp10 Triliun
 

Kepala OJK Provinsi Banten Adi memaparkan tren kinerja Bank Banten yang menunjukkan perbaikan signifikan. Aset bank tercatat melonjak menjadi Rp10,022 triliun, dari sebelumnya Rp7,551 triliun, atau naik Rp2,471 triliun (32,7 persen).
 

“Laba juga sudah menunjukkan angka positif, yakni Rp1,3 miliar. Ini sinyal yang sangat baik. Ke depan, dengan potensi masuknya tiga Rekening Kas Umum Daerah (RKUD) kabupaten/kota, kinerja Bank Banten diproyeksikan akan semakin kuat,” jelas Adi.
 

Ekonomi Banten Menguat, Investasi Lampaui Target
 

Sejalan dengan penguatan sektor perbankan, Andra Soni menyampaikan bahwa perekonomian Provinsi Banten sepanjang 2025 berada dalam tren positif dengan inflasi yang tetap terkendali.
 

Realisasi investasi bahkan melampaui target, mencapai Rp130,2 triliun, dan menempatkan Banten di empat besar nasional sebagai daerah tujuan investasi.
 

“Capaian ini menunjukkan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Banten terus meningkat,” ujar Gubernur.
 

Infrastruktur dan SDM Jadi Prioritas
 

Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni juga memaparkan sejumlah program prioritas daerah. Program Bangun Jalan Desa Sejahtera sepanjang 2025 telah merealisasikan pembangunan jalan desa di 61 titik, satu unit jembatan, serta jalan lingkungan sepanjang 440 kilometer.
 

“Jalan adalah urat nadi ekonomi. Ketika akses terbuka, kehidupan masyarakat ikut bergerak,” tegasnya.
 

Di bidang sumber daya manusia, Pemprov Banten menggulirkan Program Sekolah Gratis melalui kerja sama dengan 801 sekolah swasta. Program ini bertujuan meringankan beban biaya pendidikan keluarga sekaligus menghidupkan kembali sekolah swasta dengan jumlah murid yang lebih ideal.
 

MBG dan Ekonomi Kerakyatan
 

Gubernur juga menjelaskan implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar 3,5 juta penerima manfaat melalui 1.172 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
 

Program ini diharapkan ikut menggerakkan ekonomi rakyat dengan melibatkan Koperasi Merah Putih sebagai penghubung antara pelaku usaha kecil dan SPPG dalam penyediaan bahan baku.
 

OJK Apresiasi, Kolaborasi Diperkuat
 

Anggota Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengapresiasi langkah strategis Pemerintah Provinsi Banten dan menyebut pertemuan tersebut sangat produktif.
 

“Kami berdiskusi bagaimana bersama-sama memajukan kesejahteraan masyarakat. OJK sangat bersemangat berkolaborasi, terutama dalam literasi keuangan, pemberantasan pinjaman ilegal, dan penguatan sistem keuangan desa,” ujarnya.
 

Kedua pihak sepakat memperluas program literasi keuangan hingga ke desa-desa dan pondok pesantren sebagai bagian dari dukungan terhadap Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan langsung oleh masyarakat.rajamedia

Komentar: