Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Kementerian UMKM Buka Akses Startup Indonesia ke Investor dan Pasar Global

Laporan: Firman
Rabu, 07 Oktober 2026 | 15:40 WIB
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik - Humas KUMKM/RMN -
Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik - Humas KUMKM/RMN -

RMBANTEN.COM – Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperluas akses startup Indonesia terhadap pendanaan, investor, pasar, dan jejaring bisnis global. Langkah ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem kewirausahaan nasional yang semakin terintegrasi.
 

Upaya tersebut dilakukan melalui kolaborasi dengan Pegasus Tech Ventures dalam penyelenggaraan Global Investment Gateway – Road to Startup World Cup 2026 di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
 

Startup Didorong Siap Masuk Pendanaan Global
 

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik mengatakan program tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan kesiapan startup Indonesia dalam mengakses sumber pendanaan sekaligus membangun jejaring dengan investor global.

“Startup Indonesia perlu dipersiapkan agar semakin mampu mengakses sumber pendanaan yang lebih beragam dan memperluas jejaring ke tingkat global,” kata Riza.
 

Menurutnya, pengembangan startup tidak cukup hanya melalui pelatihan dan pendampingan. Startup membutuhkan pendekatan yang mencakup digitalisasi dan pemasaran, legalitas dan sertifikasi, pembiayaan dan permodalan, hingga keterhubungan dengan rantai pasok dan program strategis nasional.
 

Ekosistem Tak Cukup Hanya Mengandalkan Produk Inovatif
 

Pendekatan tersebut sejalan dengan Peraturan Presiden Nomor 38 Tahun 2026 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional, yang mengarahkan pembangunan ekosistem kewirausahaan secara terintegrasi dengan melibatkan pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, investor, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya.

Riza menegaskan startup membutuhkan ekosistem yang mampu mempertemukan inovasi dengan pasar, modal, talenta, dan jejaring.
 

“Startup tidak cukup hanya memiliki produk inovatif, tetapi juga membutuhkan model bisnis yang kuat dan kesiapan untuk tumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.
 

Menurut Riza, keterhubungan dengan investor menjadi faktor penting untuk membantu startup meningkatkan skala usaha. Interaksi langsung dengan investor juga dapat menjadi ruang bagi startup untuk memahami kebutuhan pasar, menguji kelayakan model bisnis, serta meningkatkan kesiapan memperoleh pendanaan.
 

10 Startup Masuk National Final
 

Dalam National Final Global Investment Gateway – Road to Startup World Cup 2026, terdapat 10 startup terpilih yang mengikuti kompetisi, yakni NutriAI, Logice, LadangGo, Algatek, Dit Réveille, Indoteknisi, SHEEPIN, RideCheck, Include, dan EasyTax.
 

Startup tersebut menawarkan solusi berbasis teknologi di berbagai sektor, mulai dari kesehatan, logistik, agrifood, climate-tech, ekonomi sirkular, konstruksi, peternakan, fleet management, industri, hingga akuntansi dan perpajakan.
 

Setelah melalui proses pitching dan penilaian dewan juri, Algatek Karbon Nusantara ditetapkan sebagai Regional Champion Startup World Cup Indonesia 2026.
 

Algatek Wakili Indonesia ke San Francisco
 

Status tersebut mengantarkan Algatek Karbon Nusantara mewakili Indonesia dalam Startup World Cup 2026 di San Francisco, Amerika Serikat.
 

Ajang tersebut mempertemukan startup dari berbagai negara dan diharapkan menjadi kesempatan bagi startup Indonesia untuk memperluas akses terhadap pendanaan, pasar, teknologi, pengetahuan, serta jejaring bisnis internasional.
 

Investor dan Venture Capital Ikut Terlibat
 

Program Global Investment Gateway – Road to Startup World Cup 2026 turut didukung BNI Ventures, MDI Ventures, Spiral Ventures, WE Group, Avantierra, Panasean Group, Mandiri Capital, dan AMVESINDO.
 

Keterlibatan investor dan berbagai pemangku kepentingan tersebut membuka ruang bagi startup Indonesia untuk membangun jejaring, memahami perspektif investor, sekaligus mengeksplorasi peluang kolaborasi dan pendanaan.
 

Melalui keterhubungan yang semakin luas antara startup, investor, dunia usaha, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya, ekosistem kewirausahaan diharapkan mampu melahirkan lebih banyak usaha inovatif yang berdaya saing, menciptakan lapangan kerja, dan memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: