Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Kapolres Tangsel Turun Tangan Redam Keributan di Sekolah Islam Pamulang

Laporan: Firman
Minggu, 23 Agustus 2026 | 06:11 WIB
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo turun meredam keributan di SD Islam Pembangunan Pamulang - RMN -
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo turun meredam keributan di SD Islam Pembangunan Pamulang - RMN -

RMBANTEN.COM — Pamulang, Tangsel  —  Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo turun langsung ke lokasi keributan di kawasan TK Islam Pembangunan (TKIP) dan SD Islam Pembangunan (SDIP) Pamulang, Sabtu (22/8/2026) malam.
 

Kehadiran Kapolres bersama aparat gabungan dilakukan untuk mencegah benturan antarpihak yang berselisih sekaligus memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tetap kondusif. 
 

Massa Sempat Menguasai Area Sekolah
 

Ketegangan di lingkungan sekolah tersebut berkaitan dengan perselisihan tata kelola aset yang sebelumnya juga sempat mencuat pada Juni 2026.
 

Pihak Yayasan Syarif Hidayatullah (YSH) menyebut puluhan orang datang dan berada di area sekolah sejak sekitar pukul 03.00 WIB pada Sabtu dini hari. Pihak yayasan menilai kejadian tersebut sebagai upaya penguasaan area sekolah. 
 

Situasi kemudian memanas setelah gerbang sekolah disebut sempat dipasangi kawat berduri. Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga sekolah dan orang tua siswa.
 

Polisi Turun Langsung Cegah Bentrokan
 

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo mengatakan kehadiran polisi di lokasi merupakan langkah cepat untuk meredam ketegangan.
 

“Kami hadir langsung untuk meredam para pihak agar tidak menimbulkan keributan berlanjut dan mengganggu Kamtibmas di wilayah ini,” ujar Boy. 
 

Aparat gabungan TNI-Polri dan Brimob kemudian disiagakan di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya benturan.
 

Kedua Pihak Dimediasi
 

Selain mengamankan lokasi, kepolisian juga langsung memfasilitasi mediasi antara pihak-pihak yang berselisih.
 

Langkah tersebut dilakukan agar persoalan tidak berkembang menjadi konflik horizontal serta tidak mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar Jalan Siliwangi, Pamulang.
 

Hasil mediasi malam itu berlangsung kondusif. Kedua pihak akhirnya sepakat membubarkan diri dan kembali ke tempat masing-masing. 
 

Perselisihan Tata Kelola Aset
 

Persoalan di lingkungan Sekolah Islam Pembangunan Pamulang diketahui berkaitan dengan sengketa tata kelola aset antara pihak Yayasan Syarif Hidayatullah dan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
 

Pihak-pihak yang berselisih memiliki pandangan berbeda mengenai pengelolaan aset dan keberlangsungan sekolah. Proses hukum terkait persoalan tersebut juga masih menjadi bagian dari dinamika yang berlangsung.
 

Karena itu, kepolisian mengambil posisi untuk menjaga keamanan dan mencegah perbedaan kepentingan tersebut berkembang menjadi keributan di lapangan.
 

Polisi Pastikan Situasi Kondusif
 

Setelah kedua pihak membubarkan diri, aparat tetap melakukan penjagaan dan pemantauan di sekitar lokasi sekolah.
 

Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi tetap aman sekaligus memberikan rasa tenang kepada warga, guru, siswa, dan orang tua yang berada di lingkungan sekolah.
 

Kehadiran langsung Kapolres Tangsel menjadi penegasan bahwa penyelesaian persoalan harus ditempuh melalui mediasi, komunikasi, serta mekanisme hukum, bukan melalui benturan di lapangan.
 

Perselisihan tata kelola aset di lingkungan pendidikan diharapkan dapat diselesaikan melalui jalur hukum yang berlaku, sementara keamanan dan kenyamanan kegiatan belajar mengajar tetap menjadi perhatian bersama.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: