Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Gubernur Banten Minta Basarnas Pertimbangkan Perpanjangan Operasi SAR 8 Orang Hilang

Laporan: Firman
Senin, 14 September 2026 | 05:15 WIB
Gubernur Banten ANdra Soni meminta Basarnas pertimbangkan perpanjangan Operasi SAR pencarian 8 orang hilang - Biro Adpimpro Banten -
Gubernur Banten ANdra Soni meminta Basarnas pertimbangkan perpanjangan Operasi SAR pencarian 8 orang hilang - Biro Adpimpro Banten -

RMBANTEN.COM – Pandeglang – Gubernur Banten Andra Soni meminta Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mempertimbangkan perpanjangan operasi pencarian terhadap lima jurnalis dan tiga kru kapal yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.
 

Permintaan tersebut disampaikan jika hingga batas standar operasi pencarian pada hari ketujuh, keberadaan delapan orang dalam kapal cepat Arupadhatu 1 belum ditemukan.
 

Andra Bawa Harapan Keluarga ke Basarnas
 

Andra menyampaikan permintaan itu setelah mendengarkan pemaparan perkembangan operasi SAR Gabungan di Posko Carita, Kabupaten Pandeglang, Minggu (13/9/2026) malam.
 

Menurut Andra, harapan keluarga korban perlu menjadi pertimbangan penting, terlebih masih terdapat sejumlah material yang ditemukan tim SAR di lokasi pencarian.


“Saya selaku Gubernur Banten berharap kepada Basarnas, sebagai pemimpin operasi ini, agar kiranya dapat mempertimbangkan harapan-harapan keluarga dan melihat beberapa potensi temuan hari ini,” ujar Andra.
 

14 Armada Dikerahkan pada Hari Keenam
 

Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menjelaskan, operasi pencarian hari keenam melibatkan 14 unit armada dari berbagai unsur.
 

Armada tersebut terdiri atas tiga Kapal Republik Indonesia (KRI) dan satu Kapal Angkatan Laut (KAL) dari TNI AL, tiga kapal patroli KP Polairud, tiga Kapal Negara (KN) SAR dari Basarnas Banten, Lampung, dan Jakarta, dua perahu karet Rigid Inflatable Boat (RIB) Basarnas, serta dua kapal milik masyarakat.
 

Kekuatan gabungan tersebut dikerahkan untuk menyisir sejumlah sektor perairan Selat Sunda yang diperkirakan menjadi jalur atau area keberadaan Arupadhatu 1.
 

Life Jacket, Terpal dan Galon Ditemukan
 

Dalam penyisiran hari keenam, tim SAR menemukan sejumlah material di lokasi yang berbeda.
 

Barang tersebut berupa dua jaket pelampung, dua terpal, dan satu galon.
 

Namun, hingga saat itu seluruh temuan masih menjalani proses identifikasi. Belum ada kepastian bahwa material tersebut berkaitan dengan kapal Arupadhatu 1.


“Beberapa (tim) ada yang menemukan material, namun material ini belum terkonfirmasi apakah merupakan bagian dari kapal yang dimaksud,” kata Andra.
 

Temuan-temuan tersebut menjadi bagian dari bahan evaluasi tim untuk menentukan arah pencarian berikutnya.
 

Keluarga Minta Pulau Sebesi Jadi Fokus
 

Setelah memantau perkembangan operasi di Posko Carita, Andra kemudian menemui keluarga lima jurnalis di Hotel Paniisan, Carita.
 

Pertemuan tersebut berlangsung penuh haru. Keluarga menyampaikan harapan agar penyisiran turut difokuskan ke wilayah Pulau Sebesi.
 

Mereka juga meminta agar operasi pencarian tidak dihentikan hanya karena telah memasuki hari ketujuh.
 

Andra menyatakan akan segera mengoordinasikan aspirasi keluarga tersebut dengan tim SAR yang memimpin operasi.
 

Pemprov Banten Pastikan Dukungan Maksimal
 

Andra menegaskan Pemerintah Provinsi Banten akan terus memberikan dukungan maksimal terhadap operasi kemanusiaan tersebut.
 

Pemprov Banten juga akan memantau kondisi kesehatan keluarga korban yang masih berada di lokasi pencarian.


“Kami tetap berharap dan memohon doa agar para jurnalis dan kru kapal bisa segera ditemukan dalam keadaan selamat,” tuturnya.

Hari Ketujuh Jadi Momentum Evaluasi
 

Hingga berita ini diturunkan, keberadaan kapal cepat Arupadhatu 1 beserta delapan orang di dalamnya masih belum diketahui.
 

Memasuki hari ketujuh, Basarnas Banten dijadwalkan melakukan evaluasi menyeluruh bersama seluruh instansi terkait.
 

Evaluasi akan melibatkan TNI, Polri, BMKG, dan Pemerintah Daerah untuk menentukan langkah selanjutnya, termasuk kemungkinan memperpanjang operasi pencarian.
 

Bagi keluarga, batas waktu operasi bukanlah batas harapan. Pemerintah daerah pun mendorong agar setiap potensi petunjuk tetap ditindaklanjuti secara maksimal.
 

RAJA MEDIA – Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: