Gebrakan Bupati Tangerang! Beasiswa Digenjot, Anak Miskin Harus Tembus Kampus Dunia
RMBANTEN.COM — Tangerang — Pemerintah Kabupaten Tangerang tancap gas di sektor pendidikan. Bupati Tangerang, Maesyal Rasyid, menegaskan komitmennya memperluas program beasiswa bagi keluarga kurang mampu—khususnya bagi anak-anak berprestasi.
Pesannya tegas: tak boleh ada lagi anak putus sekolah karena alasan ekonomi.
Bupati: Pendidikan Itu Investasi Masa Depan
Komitmen itu disampaikan Maesyal saat menghadiri Halal Bihalal PGRI se-Kecamatan Pagedangan di SDN III Cihuni, Kamis (2/4/2026).
“Program beasiswa akan terus kami perluas, bahkan hingga ke perguruan tinggi dan luar negeri,” tegasnya.
Menurutnya, pendidikan bukan sekadar program—melainkan investasi jangka panjang untuk masa depan daerah.
Guru Jadi Kunci Kemajuan Daerah
Dalam kesempatan itu, Maesyal juga memberikan apresiasi tinggi kepada para guru yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia.
Ia menilai, kualitas sumber daya manusia sangat ditentukan oleh peran guru di ruang-ruang kelas.
“Kemajuan daerah ada di tangan para guru. Terima kasih atas dedikasinya mencerdaskan generasi bangsa,” ujarnya.
Halal Bihalal Jadi Momentum Perkuat Sinergi
Maesyal berharap kegiatan Halal Bihalal tak sekadar seremonial.
Ia ingin momentum Idulfitri ini dimanfaatkan untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tenaga pendidik, dan masyarakat.
“Sinergi ini penting untuk mewujudkan pendidikan yang berkualitas dan daerah yang semakin maju,” katanya.
DPRD Dukung
Anggota DPRD Kabupaten Tangerang, Firman Maulana, turut mengapresiasi kehadiran Bupati di tengah para guru.
Ia menilai Halal Bihalal sebagai momen strategis untuk mempererat kebersamaan sekaligus meningkatkan etos kerja di sektor pendidikan.
“Bukan sekadar tradisi, tapi momentum memperkuat pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.
Program Pendidikan Dinilai Tepat Sasaran
Firman juga mengapresiasi berbagai program Pemkab Tangerang, mulai dari pembangunan infrastruktur pendidikan hingga sekolah gratis.
Program tersebut dinilai sangat membantu masyarakat, terutama keluarga kurang mampu.
Jika beasiswa diperluas dan guru diperkuat, maka rantai kemiskinan bisa diputus dari ruang kelas. Kuncinya satu: konsistensi. Karena pendidikan bukan proyek lima tahun—tapi investasi lintas generasi.![]()
Parlemen | 6 hari yang lalu
Patandang | 3 hari yang lalu
Hukum | 3 hari yang lalu
Nagara | 6 hari yang lalu
Ékobis | 6 hari yang lalu
Gaya Hirup | 3 hari yang lalu
Ékobis | 4 hari yang lalu
Warta Banten | 5 hari yang lalu
Warta Banten | 3 hari yang lalu