Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Era TPA Berkahir! Kota Tangerang Gaspol Ubah Sampah Jadi Listrik

Laporan: Firman
Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:37 WIB
Wali Kota Tangerang Sachrudin (tengah) - Dok Pemkot Tangerang -
Wali Kota Tangerang Sachrudin (tengah) - Dok Pemkot Tangerang -

RMBANTEN.COM – Kota Tangerang – Sampah tak lagi sekadar dibuang. Pemerintah Kota Tangerang pasang target tinggi: ubah limbah jadi listrik!
 

Komitmen itu ditegaskan langsung Wali Kota Tangerang Sachrudin dalam forum percepatan program Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Banten.
 

Pesannya jelas: era open dumping harus berakhir.
 

Stop Open Dumping, Saatnya Waste to Energy
 

Sachrudin menegaskan, percepatan PSEL bukan sekadar program biasa. Ini jawaban atas instruksi pemerintah pusat untuk menghentikan praktik pembuangan terbuka di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
 

“Diperlukan langkah cepat dan solutif. Salah satunya melalui pengolahan sampah menjadi energi dengan pendekatan teknologi waste to energy,” tegasnya.
 

Transformasi ini dinilai penting agar pengelolaan sampah tak lagi konvensional, tapi berbasis teknologi ramah lingkungan.
 

Tangerang Siap Terlibat Penuh
 

Tak mau setengah hati, Pemkot Tangerang menyatakan siap terlibat aktif dalam implementasi PSEL.
 

Sachrudin juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah dan dukungan semua pihak agar program ini berjalan maksimal.
 

“Kami siap mendukung penuh percepatan ini,” ujarnya.
 

Gerakan dari Rumah: Pilah Sampah!
 

Selain teknologi, ada satu kunci yang tak kalah penting: perilaku masyarakat. Sachrudin mengajak warga mulai dari hal sederhana—memilah sampah dari rumah.
 

“Langkah sederhana namun berdampak besar,” katanya.
 

Pesan ini sejalan dengan arahan pemerintah pusat agar pengelolaan sampah dimulai dari hulu.
 

Target 4.000 Ton Sampah Jadi Listrik
 

Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq yang hadir dalam acara tersebut membeberkan target besar.
 

Melalui kolaborasi wilayah Tangerang Raya dan Serang Raya, pengolahan sampah menjadi energi ditargetkan mencapai 4.000 ton per hari.
 

“Ini jumlah yang sangat besar dan signifikan,” ujar Hanif.
 

Angka ini menunjukkan skala ambisi proyek PSEL di Banten.
 

Proyek Jangka Panjang, Edukasi Jadi Kunci
 

Namun Hanif mengingatkan: pembangunan fasilitas PSEL tidak instan. Butuh waktu, investasi, dan kesiapan sistem.
 

Yang paling krusial? Sampah harus sudah terpilah sejak awal.
 

“Apapun teknologinya, fondasi utamanya adalah sampah yang terpilah,” tegasnya.
 

Tanpa itu, biaya pengolahan bisa membengkak dan berujung pada beban masyarakat.
 

Kolaborasi Jadi Penentu
 

Program PSEL di Banten dirancang sebagai solusi jangka panjang—bukan hanya mengurangi sampah, tapi juga memperkuat ketahanan energi daerah.
 

Dengan kerja sama lintas kota dan kabupaten, pemerintah optimistis pengelolaan limbah perkotaan bisa naik kelas.
 

Jika PSEL berjalan mulus, sampah bukan lagi masalah—tapi sumber energi.
 

Dari TPA ke pembangkit listrik, dari beban jadi peluang.rajamedia

Komentar: