Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Produksi Pangan Dihantam Ell Nino, DPR Soroti 86 Daerah Rawan Defisit

Laporan: Raja Media Network
Rabu, 28 Oktober 2026 | 17:01 WIB
Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono, memastikan cadangan pangan nasional masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama 5–10 bulan ke depan - RMN -
Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono, memastikan cadangan pangan nasional masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama 5–10 bulan ke depan - RMN -

RMBANTEN.COM — Jakarta — Anggota Komisi IV DPR RI, Riyono, memastikan cadangan pangan nasional masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama 5–10 bulan ke depan, meskipun Indonesia menghadapi ancaman musim El Nino yang berpotensi menurunkan produksi pertanian akibat kekeringan.
 

Riyono menegaskan, ketahanan pangan tidak hanya bergantung pada ketersediaan stok, tetapi juga distribusi, cadangan, dan kemudahan masyarakat dalam mengakses pangan dengan harga terjangkau.
 

“Kalau penurunan produksi sampai angka 20 persen pun, untuk saat ini dengan cadangan pangan nasional yang kita miliki, ini masih cukup untuk kebutuhan minimal 5–10 bulan ke depan,” ujar Riyono melalui pesan suara dari Jakarta, Selasa (27/10/2026).
 

Bulog dan Bapanas Diminta Mitigasi 86 Daerah Defisit Pangan
 

Legislator Fraksi PKS tersebut menyebut penurunan produksi akibat cuaca ekstrem perlu diantisipasi secara serius. Komisi IV DPR RI, menurutnya, terus mengawal dampak El Nino terhadap produksi pertanian dan stabilitas stok pangan nasional.
 

Riyono juga meminta Perum Bulog dan Badan Pangan Nasional (Bapanas) segera melakukan mitigasi di 86 daerah yang masuk kategori defisit pangan. Wilayah-wilayah tersebut dinilai rentan terhadap gangguan pasokan karena bergantung pada pangan dari luar daerah, termasuk pasokan antarpulau.
 

“Komisi IV meminta kepada Bulog dan sekaligus juga kepada Badan Pangan Nasional memitigasi potensi-potensi daerah, 86 daerah yang masuk kategori daerah defisit pangan karena dia tidak bisa menghasilkan pangan kalau dia tidak mendapatkan pasokan dari luar pulau,” tegasnya.
 

Menurut Riyono, keterlambatan distribusi ke wilayah defisit dapat memicu kenaikan harga yang lebih besar dibandingkan daerah sentra produksi pangan.
 

Kesejahteraan Petani Jadi Kunci Ketahanan Pangan
 

Selain menjaga stok dan distribusi, Riyono menekankan pentingnya keberpihakan pemerintah terhadap petani lokal, terutama petani di wilayah perdesaan yang menjadi penopang produksi pangan nasional.
 

Ia menilai kesejahteraan petani harus menjadi perhatian utama dalam menghadapi ancaman kekeringan berkepanjangan. Upaya menjaga ketahanan pangan, menurutnya, tidak cukup hanya memastikan stok tersedia, tetapi juga menjamin keberlanjutan produksi dan kehidupan petani.
 

“Petani lokal sebagai petani yang menjadi tolok ukur utama, kesejahteraan petani di wilayah perdesaan itu yang harus menjadi perhatian pemerintah,” pungkasnya.
 

Riyono berharap langkah mitigasi yang terkoordinasi antara pemerintah, Bulog, dan Bapanas mampu menjaga kelancaran pasokan serta mencegah lonjakan harga di tengah ancaman El Nino.
 

RAJA MEDIA — Cepat, Tegas, Terpercaya.rajamedia

Komentar: