Warta Banten

Pulitik Jero

Parlemen

Hukum

Ékobis

Peristiwa

Kaamanan

Nagara

Patandang

Mancanagara

Pamenteun

Galeri

Gaya Hirup

Kabudayaan

Pendidikan

Kaséhatan

Calon Dewan

Info haji

Indeks

Bunda Literasi Banten Dorong Solusi Bersama Tingkatkan Minat Baca

Laporan: Iyan Sopian
Rabu, 28 Januari 2026 | 12:51 WIB
Bunda Literasi Banten Tinawati Anda Soni saat menerima audiensi Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Provinsi Banten di Gedung PKK Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Selasa (27/1/2026). - Biro Adpimpro Banten -
Bunda Literasi Banten Tinawati Anda Soni saat menerima audiensi Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Provinsi Banten di Gedung PKK Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Selasa (27/1/2026). - Biro Adpimpro Banten -

RMBANTEN.COM - Kota Serang — Bunda Literasi Provinsi Banten Tinawati Andra Soni menegaskan bahwa keberhasilan program literasi tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Diperlukan solusi bersama, sinergi, dan komitmen lintas pihak agar upaya peningkatan minat baca masyarakat benar-benar berdampak pada kenaikan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM).
 

Penegasan tersebut disampaikan Tinawati usai menerima audiensi Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Provinsi Banten di Gedung PKK Provinsi Banten, KP3B Curug, Kota Serang, Selasa (27/1/2026).
 

Minat Baca Tanggung Jawab Bersama
 

Tinawati menekankan, peningkatan budaya literasi tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi juga memerlukan peran aktif pegiat literasi, komunitas, dan masyarakat luas.
 

“Mudah-mudahan nanti kita bisa mencari jalan keluarnya, sehingga minat baca dan tadi indeks IPLM-nya semakin meningkat,” ujar Tinawati melansir laman bantenprov.go.id.
 

Menurutnya, keberlanjutan program literasi sangat ditentukan oleh kolaborasi yang konkret dan terukur, bukan sekadar seremonial.
 

Ruang Bertukar Gagasan dan Solusi
 

Ia menyebut, pertemuan dengan Forum TBM menjadi ruang strategis untuk saling bertukar gagasan sekaligus membedah berbagai tantangan literasi yang dihadapi di Provinsi Banten.
 

“Pertemuan hari ini kita saling memberi masukan, kemudian mencari solusi bagaimana dengan program literasi di Provinsi Banten,” katanya.
 

Tinawati berharap, hasil audiensi tersebut dapat ditindaklanjuti dalam bentuk program nyata yang langsung menyentuh masyarakat.
 

800 TBM dan Perpustakaan Desa
 

Sementara itu, Ketua Forum Taman Bacaan Masyarakat Provinsi Banten Rudi Gunawan menjelaskan bahwa audiensi dilakukan untuk memberikan masukan sekaligus mengajak kolaborasi penguatan literasi di daerah.
 

Menurutnya, saat ini terdapat lebih dari 800 TBM dan perpustakaan desa di Banten yang telah menerima bantuan buku bermutu dari Perpustakaan Nasional (Perpusnas).
 

“Kehadiran kami ke sini adalah untuk memberikan masukan dan mengajak kolaborasi penguatan literasi di Provinsi Banten,” ujar Rudi.
 

Ia menekankan, bantuan buku tersebut harus diiringi dengan kegiatan literasi yang berkelanjutan agar benar-benar berdampak pada peningkatan minat baca.
 

Regenerasi Relawan Jadi Tantangan
 

Rudi juga mengungkapkan salah satu persoalan krusial dalam pengembangan literasi, yakni belum optimalnya regenerasi relawan literasi di berbagai daerah.
 

Padahal, menurutnya, peran pegiat literasi sangat menentukan dalam menumbuhkan budaya membaca di tengah masyarakat.
 

“Permasalahan yang terjadi secara umum adalah regenerasi relawan tidak terjadi dengan baik. Harapan kami ada kolaborasi dengan Bunda Literasi untuk membuat kegiatan yang kemudian bisa melahirkan relawan-relawan baru,” jelasnya.
 

Kolaborasi Jadi Kunci
 

Audiensi tersebut diharapkan menjadi titik awal penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas literasi, sehingga program literasi di Provinsi Banten tidak hanya berjalan, tetapi juga memberi dampak nyata bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia.rajamedia

Komentar: